SYUBHAT ORANG-ORANG HIZBIY
Pertanyaan:
Hizbiyyun ‘Adzirun menetapkan bahwa pemusyrikan itu bisa tatkala sudah menghilangkan syubhat yang ada pada orang berbuat syirk akbar, kalau tidak maka tidak boleh memusyrikannya. Bagaimana menjawabnya Ustadz?.
Jawaban:
Apa yang mereka tetapkan itu adalah tambahan syubhat bagi ahli syirik, jika menunggu sampai dihilangkan syubhat baru bisa menghukumi maka itu bisa terjadi kalau para ‘adzirun itu sudah pada mati, syubhat akan hilang jika mereka telah tiada, karena keberadaan mereka itu pembuat syubhat. Belum pernah ada dari kalangan Salaf mengatakan bahwa kesyirikan atau kekafiran akbar itu hanya membatalkan amalan pelakunya namun tidak sampai membatalkan keislaman atau keimanannya, namun kemudian muncul murji’ah membuat berbagai syubhat hingga keluar salah satu syubhatnya dengan pernyataan tersebut. Kemudian muncul lagi syubhat lain, kesyirikan atau kekafiran akbar tidak membatalkan keislaman atau keimanan pelakunya kalau dia bodoh. Syubhat dan kebodohan menjadi tameng mereka dalam melindungi pelaku syirik akbar dari dihukumi sebagai musyrik kafir. Tidaklah umat kristiani menyembah salib melainkan karena syubhat dan kebodohan, dan Pembuat syari’at tidaklah memberi udzur kepada mereka, sebagaimana tidak memberi udzur kepada orang-orang yang berdoa kepada selain-Nya:
وَمَن یَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦۤۚ إِنَّهُۥ لَا یُفۡلِحُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ
“Barangsiapa berdoa kepada sesembahan yang lain bersama Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sungguh perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya kafirun (orang-orang yang kafir) itu tidak akan beruntung.” [Surat Al-Mu’minun: 117].
Pembuat syari’at yang menghukumi mereka dan menamai mereka kafirun, lalu muncul orang-orang yang mengaku sebagai pengikut syari’at memberi udzur kepada mereka dan menamai mereka sebagai muslimun yang jahil atau muslimun yang terkena syubhat.
Dajjal akan datang membawa banyak syubhat, orang-orang bodoh akan mengikutinya dan mengimaninya. Semua mereka akan diperangi bersama Dajjal oleh Ibnu ‘Abdillah Al-Mahdi bersama Ibnu Maryam Al-Masih ‘Alaihimash Shalatu was Salam serta orang-orang beriman, tidak ada pemberian udzur kepada mereka dengan adanya syubhat dan kebodohan. Juga sebagian penduduk Madinah keluar menyambut Dajjal di samping kota Madinah dan Nabi akhir zaman Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menamai mereka sebagai orang-orang kafir dan munafik, beliau berkata:
يَجِيءُ الدَّجالُ حَتى يَنزلُ في ناحِيةِ المَدينةِ ثُم ترجفُ المدينةُ ثَلاثَ رجفاتٍ فيَخرجُ إليه كلُّ كافرٍ ومُنافقٍ
“Akan datang Dajjal hingga singgah di samping Madinah, kemudian goncang Madinah dengan tiga kali goncangan, lalu keluar menyambutnya setiap orang kafir dan orang munafik”.
[Abu Ahmad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/11287
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/298