TAHAPAN PERKEMBANGAN DAKWAH TAUHID
Dakwah Tauhid yang sesungguhnya itu tidak seperti dakwah lainnya, awal mendakwahkan Tauhid itu tidak langsung diikuti oleh banyak orang, kadang yang mengikuti hanya seorang diri, kadang hanya dua orang, kadang hanya beberapa orang dalam waktu yang cukup panjang, kadang seorang da’i Tauhid tidak ada yang mengikutinya sama sekali. Jadi kurang tepat bila mengagumi dakwah seseorang yang baru berjalan hanya dalam waktu singkat sudah merangkul banyak sekali para pengikut, bisa jadi dalam waktu dekat pula terpecah belah yang penyebab utamanya karena tidak di atas Tauhid yang sesungguhnya, dan kenyataan seperti itu telah banyak terjadi untuk diambil pelajaran:
فَٱعۡتَبِرُوا۟ یَـٰۤأُو۟لِی ٱلۡأَبۡصَـٰرِ
“Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan.” [Surat Al-Hasyr: 2].
Nabi Akhir Zaman Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam mendakwahkan Tauhid selama sepuluh tahun, yang mengikutinya masih dapat dihitung dengan jari tentang jumlah mereka. Kita yang mendakwahkan Tauhid belum genap 10 tahun sudah ditahdzir dengan salah satu alasan yaitu karena tidak ada yang mengikuti dakwah Tauhid yang kita serukan kecuali hanya beberapa orang. Kita katakan Alhamdulillah ada beberapa orang yang mengikuti dakwah Tauhid ini, dahulu Ashhabul Kahfi hanya beberapa orang, yang mengikuti dakwah seorang rahib atau seorang ghulam pada awalnya hanya beberapa orang, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat ditanya oleh ‘Amr bin ‘Abasah tentang orang yang mengikutinya di saat awal-awal mendakwahkan Tauhid, beliau jawab: “Hurrun wa ‘abdun (seorang merdeka dan seorang hamba sahaya).” Setelah berlalu sepuluh tahun lebih baru terlihat manusia:
یَدۡخُلُونَ فِی دِینِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجࣰا
“Mereka masuk ke dalam agama Allah dalam keadaan berbondong-bondong.” [Surat An-Nashr: 2].
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].