TIDAK ADA PILIHAN BAGI AL-KHIDHIR KECUALI HARUS MENGIKUTI DAKWAH NABÎ YANG TERAKHIR

Pertanyaan:
Ustâdz, apakah benar bahwa Nabî Al-Khidhir ‘Alaihish Shalâtu was Salâm masih hidup?

Jawaban:
Berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

والله لقد جئتكم بها بيضاء نقية، لو كان موسى حيًا ما وسعه إلا اتباعي

“Demi Allâh, sungguh benar-benar aku telah datangkan kepada kalian dengan agama yang putih lagi bersih, kalaulah keberadaan Mûsâ masih hidup maka tidak ada keluasan baginya kecuali mengikutiku.”

Dari hadîts tersebut menunjukan kalau seandainya Mûsâ dan para nabî serta para rasûl lainnya masih pada hidup atau masih berada di muka bumi ini maka mereka berkewajiban untuk mengikuti Nabiullâh Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, mereka akan datang membantu beliau dalam peperangan dan akan datang pula meramaikan majelis beliau, namun kenyataannya tidak seorang pun datang mengikuti beliau, ini menunjukan kalau mereka sudah tidak berada di muka bumi ini atau mereka sudah pada meninggal dunia.

Adapun Nabiullâh ‘Îsâ ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang keberadaannya diangkat oleh Allâh Ta’âlâ ke langit, ketika diturunkan ke muka bumi menjelang hari kiamat nanti maka tidaklah beliau membawa syari’at baru namun beliau menjadi pengikut terhadap syari’at yang telah dibawa oleh Nabî akhir zaman Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau ikut shalat di belakang Al-Imâm Muhammad bin ‘Abdillâh yang dikenal dengan Imâm Al-Mahdî Radhiyallâhu ‘Anhu, beliau berjuang dan berjihad bersamanya, beliau menjadi penolong dakwah yang dibawa oleh Imâm Al-Mahdî Radhiyallâhu ‘Anhu.

Demikianlah keberadaan Nabiullâh ‘Îsâ yang termasuk salah seorang nabî dan rasûl yang diutamakan, beliau lebih utama daripada Nabiullâh Al-Khidhir ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, bersamaan dengan itu beliau siap menjadi pengikut terhadap dakwah Nabî kita Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam. Maka tentu lebih siap lagi bagi Nabiullâh Al-Khidhir kalau beliau masih hidup untuk mengikuti dakwah Nabî yang terakhir Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam.

Kalaulah Nabiullâh Al-Khidhir ‘Alaihish Shalâtu was Salâm masih hidup maka pasti akan menampakan diri, di zaman Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau akan membantunya dalam berdakwah dan berjihad, begitu pula di zaman setelahnya, seperti di zaman kita ini sangat memerlukan bantuan dari orang yang semisal beliau, kalaulah beliau masih hidup maka akan keluar membantu kita berdakwah, akan menolong kita dalam menyuarakan kebenaran di zaman yang penuh dengan ujian dahsyat ini, namun karena beliau sudah meninggal dunia maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari beliau:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allâh Penolong kita dan Allâh adalah sebaik-baik Pelindung”. [Ãli ‘Imrân: 173].

Adapun orang-orang yang mengaku memperoleh ilmu laduni atau mereka mengaku mengambil langsung ilmu dari Nabiullâh Al-Khidhir maka sungguh mereka telah berdusta dengan kedustaan yang keterlaluan, bila dilihat dari sisi dalîl maka mereka tidak memiliki dalîl sama sekali dan bila dilihat dari sisi akal maka pengakuan mereka itu sangatlah tidak masuk akal, bagaimana bisa orang-orang yang keadaan mereka tidak ma’shûm bisa langsung memperoleh ilmu dari Nabiullâh Al-Khidhir sementara Nabiullâh Mûsâ yang ma’shûm sudah tidak sanggup mengikuti Al-Khidhir untuk mengambil ilmu darinya, beliau pun berkata sebelum kegagalan terakhirnya:

إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا

“Jika aku bertanya kepada engkau tentang sesuatu sesudah ini, maka janganlah engkau memperbolehkanku mengawani engkau, sesungguhnya engkau sudah cukup memberikan uzur padaku”. [Al-Kahf: 76].

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 11 Jumâdal Ãkhirah 1438 di Binagriya Pekalongan.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/210