TINJAUAN TERHADAP METODE TAHDZIR TANPA MENYEBUTKAN NAMA
Pertanyaan:
Mau nanya perihal dâ’î-dâ’î murji’ah yang ditanyakan ke Al-Ustâdz Fadhil Alaydrus, beliau bilang tidak perlu nama-nama itu, terlalu banyaklah kalau disebut.
Apa dibetulkan ucapan begitu?.
Jawaban:
Apa yang beliau katakan adalah kebenaran, dan tokoh-tokoh murji’ah akan nampak sendiri di saat pemikiran-pemikiran mereka dibantah. Alhamdulillâh sudah terbukti, saat beliau berbicara tanpa menyebut nama, tiba-tiba muncul di antara mereka membantah, hingga semakin nampak hakekat mereka yang sesungguhnya.
Apa yang beliau lakukan merupakan uslûb dalam penyampaian, sebagaimana kita dahulu, kalau kita langsung menyebutkan nama-nama mereka dalam menanggapi maka bisa jadi ikhwah kita yang sekarang di atas kebaikan ini yang akan menanggapi kita terlebih dahulu, mungkin langsung kita disikapi oleh ikhwah dan sudah ada bahkan yang menyikapi kita namun kemudian sadar hingga mengikuti kebaikan yang telah Allâh Jalla wa ‘Alâ tunjuki ini:
یَهۡدِی ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن یَشَاۤءُۚ وَیَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَـٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَیۡءٍ عَلِیمࣱ
“Allâh akan memberi petunjuk dengan cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, Allâh akan membuatkan berbagai permisalan bagi manusia dan Allâh adalah ‘Alîm (Maha Mengetahui) terhadap segala sesuatu.” [Surat An-Nûr: 35].
Waktu berjalan cukup lama, tatkala di antara mereka sudah angkat bicara, mulai menyebutkan kita dan menanggapi, maka kitapun menyebutkan nama mereka.
Ada dari mereka saat ditanggapi pemikiran dan pahamnya dengan tanpa menyebutkan namanya, dia terdiam. Dan juga ada yang sudah disebutkan namanya lalu diam dan tidak menanggapi maka bisa jadi dia sedang berdiam diri dan mengharapkan petunjuk dari Rabbus Samâwati wal Ardh. Orang seperti itu, kita memiliki harapan akan kebaikannya dan kita banyak doakan hidâyah serta kebaikan, semoga Allâh beri hidayah dan kebaikan kepada kita dan kepadanya:
إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا
“Jika Allâh ingin menampakkan kebaikan yang ada di dalam hati kalian, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik.” [Surat Al-Anfâl: 70].
Adapun orang yang kita tidak menyebut namanya dan atau orang yang kita sudah sebutkan namanya namun berani menanggapi dan membantah kita, karena pembelaan terhadap pahamnya, pembelaan terhadap kawan-kawannya atau pembelaan terhadap tokoh-tokohnya maka orang seperti ini pantas untuk diutamakan dalam menanggapinya dan menyikapinya, semoga ‘Âlimul Ghaibi wasy Syahâdah memberi hidâyah dan petunjuk kepada semuanya.
(Muhammad Al-Khidhir).