TUJUH PULUH DUA GOLONGAN DI DALAM NERAKA, MEREKA MASIH BERAGAMA ISLÂM

Pertanyaan:
Ustâdz izin bertanya, makna 72 golongan di dalam Neraka. Apakah golongan tersebut akan disiksa di Neraka kemudian baru masuk Surga atau golongan tersebut di bawah kehendak Allâh, bisa diadzab, bahkan bisa diampuni tanpa diadzab?.

Jawaban:
Tujuh puluh dua golongan yang disebutkan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam adalah kelompok-kelompok yang masih beragama Islâm, mereka adalah ahlul bid’ah, mereka bukan orang-orang murtad, hanya saja mereka mengada-adakan amalan di dalam agama dan mengganti sunnah dengan bid’ah, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلاَ لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلاَ هَلُمَّ. فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا

“Sungguh mereka akan datang dengan wajah putih bersinar karena bekas dari wudhû, dan aku menunggu mereka di Telaga. Ketahuilah benar-benar ada orang-orang yang dihalangi dari telagaku, sebagaimana dihalangi unta yang sedang tersesat, aku memanggil mereka: Kemarilah, namun dikatakan: “Sungguh mereka telah mengganti (sunnahmu) sepeninggalmu.”. Maka aku katakan: “Jauhkan sejauh-jauhnya.”

Mereka itu ahlul bid’ah, dan mereka tergolong ke dalam penamaan alhul kabâir, mereka akan dimasukkan ke dalam Neraka namun mereka tidak kekal di dalamnya, mereka di siksa di dalam Neraka, dan mereka pasti akan dikeluarkan dari Neraka karena mereka masih memiliki îmân, mereka diketahui memiliki îmân karena ada bekas sujud pada diri-diri mereka, keberadaan mereka termasuk dari ahlul kiblat, mereka adalah orang-orang yang shalat, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

فَيُخْرِجُونَهُمْ وَيَعْرِفُونَهُمْ بِآثَارِ السُّجُودِ، وَحَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ فَيَخْرُجُونَ مِنَ النَّارِ

“Lalu para Malaikat mengeluarkan mereka, para Malaikat mengenal mereka dari bekas-bekas sujûd, Allâh mengharamkan api Neraka untuk memakan bekas-bekas sujûd, kemudian para Malaikat mengeluarkan mereka dari Neraka.”

Keberadaan mereka di bawah kehendak Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, jika Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ berkehendak untuk langsung mengampuni mereka maka Allâh akan ampuni, jika Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ berkehendak untuk mengadzab mereka terlebih dahulu di dalam Neraka maka Dia akan mengadzab mereka di dalamnya kemudian mengeluarkan mereka lalu memasukkan mereka ke dalam Surga, karena keberadaan mereka bukan orang-orang yang telah batal keislaman mereka, bukan pula mereka termasuk dari orang-orang yang menyekutukan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ  ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرٰىٓ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sungguh Allâh tidak akan mengampuni dosa berbuat syirik kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa berbuat syirik kepada Allâh, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (Surat An-Nisâ’: 48).

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis, 13 Syawwâl 1444 / 4 Mei 2023 di Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/7505