Membiasakan memakan buah di saat perut kosong merupakan cara terbaik untuk menetralisir racun dalam tubuh dan bisa terhindar dari gangguan pencernaan, dan di antara buah yang sangat cocok untuk dikonsumsi pada saat perut dalam keadaan kosong adalah korma. BAYI YANG BARU LAHIR DITAHNIK DENGAN BUAH KORMA Sudah menjadi kebiasaan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam bila ada bayi yang baru lahir …
Pertanyaan:‘Afwân admin Majaalis Al-Khidhir saya hendak bertanya, saya mendengar kabar Ustâdz Al-Khidhir mulai rencana buat ma’had, kapan rencana beliau bisa ada ma’had? Jika demikian Insyâ Allâh saya juga berniat mukim dekat Ustâdz supaya bisa ta’lim rutin. Jawaban:Kita hanya merencanakan dan mengharapkan, Allâh-lah yang menentukan yang terbaik. Semoga harapan kita sesuai dengan yang disebutkan di dalam hadîts: إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِرْ، …
Bersyukur itu dengan 3 keadaan:1) Bersyukur dengan ucapan lisân.2) Bersyukur dengan amalan.3) Bersyukur dengan ucapan lisan sekaligus dengan amalan. (Lihat Al-Mumti’ fî Syarhil Qawâ’idil Arba’, hal. 8 / Maktabah Al-Khidhir Bekasi).
Pertanyaan:Ustâdz ‘afwân izin bertanya mengenai dars di Durûsullughah: أَو مَهْمُوزَ اللَّامِ Saya masih kurang paham mengenai maksudnya Ustâdz. Jawaban:Mahmûz Lâm yaitu fi’l yang huruf akhirnya adalah huruf hamzah, contoh: هَنَّأَ artinya mengucapkan selamat.Kata ini mengikuti wazan: فَعَّلَ karena huruf akhirnya adalah hamzah, ketika ingin dijadikan mashdar maka hendaklah mengikuti wazan: تَفْعِلَةٌ Sehingga menjadi: تَهْنِئَةٌ Pada asalnya kata yang mengikuti wazan …
بَابُ مَعْرِفَةِ أَهْلِ التَّوحِيدِ بِعَلَامَةِ آثَارِ السُّجُودِ Bâb MENGETAHUI AHLUT TAUHÎD MELALUI TANDA BEKAS-BEKAS SUJÛD Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: مُّحَمَّدࣱ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِینَ مَعَهُۥۤ أَشِدَّاۤءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَیۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعࣰا سُجَّدࣰا یَبۡتَغُونَ فَضۡلࣰا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَ ٰنࣰاۖ سِیمَاهُمۡ فِی وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ “Muhammad adalah utusan Allâh, orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kâfir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. …
Pertanyaan:Apa bantahan atas orang yang mengatakan bahwa orang yang banyak-banyak belajar tauhîd kalau diibaratkan listrik maka otaknya konslet? Jawaban:Ketahuilah bahwasanya orang yang belajar ilmu agama pasti dia akan dihadapkan dengan tauhîd, dari awal belajarnya hingga akhir belajarnya akan berhadapan dengan tauhîd, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا “Allâh telah mengajarkan kepada Ãdam nama-nama seluruhnya.” [Al-Baqarah: 31].Tentu yang …
Pertanyaan:Apa benar Ustâdz Al-Khidhir keturunan Ahlul Bait karena katanya lebih senang makan hadiah daripada sedekah? Jawaban:Kami tidak pernah mengetahui kalau kami keturunan Ahlul Bait, hanya saja nenek moyang kami dahulu asli Huamual Maluku, ketika itu Huamual merupakan kerajaan Islâm yang berketurunan ‘Arab, wilayah kekuasaannya meliputi Maluku Selatan, namun karena ditaklukkan oleh Belanda maka wilayah kekuasaannya dipecah belah oleh Belanda, para …
Pertanyaan:Maaf pagi-pagi mengganggu, barusan ada berita sahabat saya sedang sakit berat tidak bisa bangkit sekali. Apa yang harus dilakukan oleh puteranya? Tetap membimbingnya shalat tanpa wudhû atau bertayammum, atau cukup membimbingnya untuk berdzikir, dan doa pendek yang dibacakan apa? Jazâkallâhu khairan Ustâdz. Jawaban:Kalau keadaannya seperti itu, maka hendaklah puteranya atau yang menemaninya mentayammuminya, lalu membimbingnya untuk tetap shalat walau shalatnya …
📝 Pertanyaan:Dikatakan di dalam kitâb “Syarhu Ushûli I’tiqâdi Ahlis Sunnah” dari Ayyub bahwasanya beliau berkata: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ أَيّ حَالٍ كَانَ فِيْهِ “Jika keberadaan seseorang itu berpegang kepada sunnah dan jamâ’ah maka jangan kamu bertanya tentang bagaimana perihal yang dia berada padanya?”.Apa makna atsar tersebut? 📜 Jawaban:Makna dari perkataannya: ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺳُﻨَّﺔٍ …
بَابُ الْجِهَادِ لِأَجْلِ التَّوحِيدِ Bâb BERJIHÂD KARENA TAUHÎD Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةࣱ وَیَكُونَ ٱلدِّینُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ “Perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah dan supaya agama benar-benar hanya untuk Allâh.” [Surat Al-Anfâl: 39]. Sumber:Kitâbut Tauhîd, hal. 22 / Maktabah Al-Khidhir Bekasi.