BIOGRAFI SINGKAT ‘ABDULLÂH BIN BUSR RADHIYALLÂHU ‘ANHUMÂ

Beliau adalah ‘Abdullâh bin Busr bin Abî Busr Al-Mâzinî, kunyah beliau adalah Abû Shafwân.Beliau dan ayahnya termasuk dari Shahabat Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau mengisahkan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah singgah ke rumah ayahnya lalu ayahnya menyuguhkan makanan dan minuman, setelah selesai makan ayahnya berkata kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ادْعُ اللَّهَ لَنَا “Berdoalah kepada Allâh …

HIDUP SEHAT DENGAN BUAH-BUAHAN DAN SAYUR-SAYURAN

Mungkin saja orang akan berkata: “Buah sayur buah sayur terus sih advice-nya? Tidak ada yang lain apa?” Begitulah keberadaan buah sayur sering diremehkan, sering disepelekan, padahal manfaatnya luar biasa.Harganya merakyat, dimana-mana ada, mudah didapat, alami tumbuh langsung dari tanah, sesuai dengan kodratnya manusia. Sayur dan buah adalah permulaan! Karena semua ikhtiar untuk sehat dan sembuh dari penyakit akan sia-sia jika …

BENCANA ANTARA HUSNUL KHÂTIMAH DAN SÛ’UL KHÂTIMAH

Pertanyaan:Apakah tsunami dan gempa bisa dikatakan sebagai petaka atau ujian? Bagaimana dengan para korbannya? Jawaban:Gempa, Tsunami, banjir dan lain sebagainya dari berbagai bencana itu sebagai petaka pada suatu kaum dan sebagai musibah pada kaum yang lain, Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan tentang orang-orang yang terkena bencana: ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ “Kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan niat-niat mereka.” Masing-masing …

HUKUM MENGGUNAKAN SAJJÂDAH DI SAAT SHALAT

Pertanyaan:Bagaimana hukum memakai sajjâdah yang bergambar masjid atau ka’bah ketika shalat? Jawaban:Memakai pengalas ketika shalat tidaklah mengapa, sama saja pengalasnya berupa karpet, sajjâdah, atau kain. Selama pengalas-pengalas tersebut tidak terdapat padanya gambar makhluk bernyawa maka tidak mengapa menggunakannya.Adapun kalau gambarnya berupa gambar masjid, ka’bah atau ukiran-ukiran maka ini juga tidak mengapa, dan hukumnya akan menjadi makruh jika keberadaannya mengganggu kekhusyu’an …

MENYIKAPI RIWAYAT ISRÂÎLIYÂT

Pertanyaan:Bagaimana kita menyikapi perkataan para Ashhâbus Siyar itu Ustâdz? Bolehkah kita yakini? Jawaban:Ashhâbus Siyar jika mereka meriwayatkan suatu kisah maka kita melihat kepada isi kisahnya, apabila isi kisahnya tidak benar maka kita ingkari dan apabila isi kisahnya benar maka kita terima, karena Ashhâbus Siyar terkadang meriwayatkan secara mursal namun jalur periwayatannya berbilang, yaitu suatu riwayat bersesuaian dan bercocokan dengan riwayat …

KRONOLOGI WAFATNYA ASY-SYAIKH KAMÂL AL-‘ADNÎ RAHIMAHULLÂH

Pertanyaan:Kronologi wafatnya guru Ustâdz Asy-Syaikh Kamâl Al-Adnî itu bagaimana? Apakah beliau wafat seperti guru Ustâdz Asy-Syaikh Sa’îd bin Da’âs? Jawaban:Syaikhunâ Abû ‘Abdillâh Kamâl Al-‘Adnî wafat sama seperti wafatnya Syaikhunâ Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihim, keduanya wafat karena sebab dibunuh oleh kaum Syî’ah-Râfidhah.Asy-Syaikh Abû ‘Abdillâh Kamâl setelah mendengar bahwa Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd telah wafat maka …

HIKMAH MENCINTAI ORANG MISKÎN

Pertanyaan:Apa menurut pendapat Ustâdz, kenapa Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berdoa supaya dirizkikan kecintaan kepada orang-orang miskîn?Jazâkallâhu khairal Jazâ’. Jawaban:Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berdoa supaya mencintai orang-orang miskin karena mayoritas para pengikut setia beliau adalah dhu’afâ’ yaitu orang-orang faqîr dan miskîn, sebagaimana yang disebutkan oleh Hiraklius kepada Abû Sufyân Radhiyallâhu ‘Anhu: وَسَأَلْتُكَ أَشْرَافُ النَّاسِ اتَّبَعُوهُ أَمْ ضُعَفَاؤُهُمْ فَذَكَرْتَ أَنَّ …

MENGENAL DZUL KIFLI ‘ALAIHISH SHALÂTU WAS SALÂM

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, izin bertanya, barusan saya baca artikel yang menyebutkan bahwa Nabî Dzul Kifli adalah putera Nabî Ayyûb dan nama aslinya adalah Basyar. Apakah ini shahîh Ustâdz? Bagaimana kisah Nabî Dzul Kifli ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang shahîh menurut Al-Qur’ãn dan As-Sunnah?Jazâkumullâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum. Jawaban:Kita tidak mengetahui ada riwayat yang shahîh menyebutkannya, hanya saja telah masyhûr perkataan Ashhâbus …

MENGENANG BACAAN ASY-SYAIKH SA’ÎD TERHADAP SURAT SHÃD

Pembacaan Surat Shãd oleh Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahimahullâh waktu beliau mengimami shalat tarâwih. Beliau Rahimahullâh wafat pada hari Rabu tanggal 4 Juni 1433, beliau termasuk dari kalangan ‘ulamâ Ahlussunnah wal Jamâ’ah yang dibunuh oleh Syî’ah Râfidhah. Dia membunuh di saat dia melewati kampung Qaflah ‘Udzar di Hasyid provinsi’ Amrân dan jenazah beliau dikebumikan di Shan’â Yaman.