Pertanyaan:Ustâdz mau tanya, apakah shalawâtan yang dikumandangkan sebelum adzân dengan suara keras semisal adzân itu syar’î atau ada contohnya Ustâdz? Jazâkallâhu khairan. Jawaban:Ada berbagai kesalahan pada shalawât tersebut, di antara kesalahannya: Pertama: Mengucapkannya dengan lantunan seakan-akan adzân serta menyuarakannya dengan suara keras, padahal Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah mengajarkan adab yang baik dan sopan dalam menyeru Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa …
Pertanyaan:Masyarakat kaum Muslimîn di negeri kita kebanyakan dari mereka menganggap bahwa jilbâb atau cadar itu adalah pakaian adat orang ‘Arab? Dan ada sebagian dâ’î-dâ’î mereka menegaskan bahwa cadar itu khusus untuk para isteri Nabî, apakah benar demikian? Jawaban:Apa yang mereka katakan itu tidaklah benar, karena memakai jilbâb adalah suatu kewajiban bagi para wanita, berkata Ummu ‘Athiyyah kepada Nabî ‘Alaihimash Shalâtu …
Pertanyaan:Apakah boleh bagi orang yang kesurupan jin melakukan dakwah; baik dia berceramah, berfatwa atau menulis? Jawaban:Orang yang kesurupan jin keberadaannya seperti orang yang tidak sadar atau orang yang mabuk, dia tidak dibebani syari’at kecuali setelah sadarnya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقۡرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمۡ سُكَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعۡلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendekati …
Pertanyaan:Ustâdz, ‘afwân mau nanya, ditinjau dari afdhaliyyahnya berqurbân kambing sendirian atau berqurbân sapi dengan kelompok 7 orang? Mohon penjelasannya. Jazâkumullâhu khairan sebelumnya. Jawaban:Berqurbân dengan seekor kambing untuk seorang diri itu lebih utama daripada berqurbân dengan seekor sapi untuk 7 orang. Kita katakan demikian karena awal penyari’atan berqurbân adalah dengan kambing, putera Ãdam yang pertama berqurbân dengan kambing untuk dirinya sendiri, …
Pertanyaan:Ustâdz bagaimana cara menangkal serangan sihir? Karena di negeri kita banyak sekali praktek ilmu sihir? Apakah boleh pelaku sihirnya dibunuh? Jawaban:Cara yang paling tepat adalah banyak berlindung kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dari para tukang sihir dan dari kejahatan mereka. Para tukang sihir termasuk setan-setan dari kalangan manusia, dan kita dianjurkan untuk berlindung kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dari mereka: …
Pertanyaan:Seorang penjual menetapkan harga, kalau membeli barangnya delapan biji seharga Rp 8.000,- (delapan ribu rupiah) diberi sepuluh biji, dan kalau membeli Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) diberi dua belas biji? Apa hukumnya? Apakah ini termasuk an-najsy? Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Jual beli seperti yang disebutkan adalah boleh, karena tambahan dengan dua biji tersebut memiliki harga tersendiri yaitu Rp. 2.000,-. Al-Imâm Ibnu Qudâmah …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, saya mau nanya: Saya dapat video belajar Hijâiyyah, kenapa Hamzah sama Lâm Alif tidak disebutkan yâ? Dan kalau saya hitung jumlahnya ada 28?Apa memang huruf Hamzah dan Lâm Alif tidak dimasukkan Ustâdz?Jazâkallâhu khairan atas jawabannya. Jawaban:Hamzah tidak disebutkan karena dianggap sama dengan Alif, biasanya penulisan Alif seperti itu dikatakan sebagai Hamzah Washal. Sedangkan Lâm Alif adalah gabungan antara …
Pertanyaan:Mana yang benar bagi orang yang shalat, menggerakan telunjuk ketika isyarat pada tasyahhud atau mendiamkannya? Jawaban:Permasalahan ini terjadi padanya khilâf (perbedaan pendapat) di kalangan para ‘ulamâ, yang kesimpulannya tidak ada dalîl shahîh yang menetapkan ketika isyarat itu harus diam jari telunjuknya dan atau bergerak-gerak.Hadîts ketika isyarat pada tasyahhud, jari telunjuk dalam keadaan diam (tidak digerak-gerakan) ini dha’îf, walaupun dihasankan oleh …
📱 Pertanyaan:Seringkali kami dapati ada istilah duduk iftirâsy dan duduk tawarruk, mohon dijelaskan bagaimana model keduanya? 📲 Jawaban:Duduk iftirâsy yaitu duduk di atas kaki kiri dengan menegakan kaki kanan, sedangkan duduk tawarruk yaitu duduk di atas bumi dengan mengedepankan kaki kiri dan menegakan kaki kanan, ini sebagaimana yang dijelaskan di dalam “Shahîh Al-Bukhârî” dari Abû Humaid As-Sâ’îdî Radhiyallâhu ‘Anhu: ﻓَﺈِﺫَﺍ …
Pertanyaan:Yâ Ustâdz, apakah ada pekerjaan buat saya walaupun tidak dibayar tidak apa-apa Ustâdz, yang penting dikasih makan satu kali saja sehari tidak apa-apa, dan juga yang penting saya bisa buat tidur dan bisa belajar sama Ustâdz? Semoga Allâh mudahkan permintaan saya untuk bisa menuntut ilmu. Jawaban:Untuk makan dan minum Insyâ Allâh kami upayakan bisa menyanggupi bagi penuntut ilmu yang ingin …