Pertanyaan:Semoga Allâh menjaga Ustâdz dan keluarga, izin mau tanya Ustâdz, bagaimana sikap kita jika ada dari saudara kita kaum Muslimîn yang meninggal dunia, akan tetapi dalam kesehariannya kita tidak pernah mendapatinya shalat berjamâ’ah di masjid, apakah kita tetap boleh ikut serta mengurus jenazahnya sampai selesai dalam rangka menunaikan haknya sebagai seorang muslim, syukran wa Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Di antara kaum laki-laki …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz Hafizhakallâh, apa boleh saya dan isteri saya berqurbân pada kelompok qurbân yang sama urungan 7 orang seekor sapi? Atau harus pisah kelompok, saya kelompok lain sedang isteri kelompok lain juga? Jawaban:Paling terbaik bagimu tetap satu kelompok bersama isterimu, sebagaimana dahulu Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam di saat beliau haji bersama isterinya, beliau berqurbân dengan sapi untuk mereka bersama, …
Pertanyaan:Bolehkah seseorang menyerahkan qurbânnya ke daerah lain? Jawaban:Para ‘ulamâ berbeda pendapat tentang hukum menyerahkan qurbân ke daerah lain, baik itu menyerahkan proses penyembelihan dan pengurusannya atau hanya menyerahkan dagingnya.Pendapat yang benar adalah hendaklah tidak menyerahkannya ke daerah lain, hal ini karena beberapa alasan: Pertama: Anjuran berqurbân bukan hanya untuk di suatu daerah namun di seluruh daerah, berkata Allâh Subhânahu wa …
Kalimat Tauhîd akan bermanfaat kepada orang yang tidak beramal apabila hujjah belum sampai kepadanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِینَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولࣰا “Tidaklah Kami akan melakukan penyiksaan sampai kami mengutus seorang utusan.” [Surat Al-Isrâ’: 15].Di dalam riwayat Ibnu Mâjah (no. 4049) dari Hudzaifah Ibnul Yamân Radhiyallâhu ‘Anhumâ: وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنْ النَّاسِ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْعَجُوزُ ، يَقُولُونَ أَدْرَكْنَا …
Pertanyaan:Ustâdz mau menanyakan soal niat dalam qurbân kambing, dimana Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Salam berqurbân dengan seekor kambing, bukan untuk satu orang tapi untuk isteri-isterinya dan keluarganya serta umat yang tidak mampu melakukan qurbân saat itu, apakah hadîts tersebut shahîh?Dan apabila shahîh terkait urunan sapi berjumlah tujuh orang apakah hukum hadîts di atas berlaku juga untuk masing-masing dari tujuh orang …
Pertanyaan:Bagaimana langkah saya bila seseorang menghadapkan kepada saya suatu pendapat Ustâdz yang menyalahi apa yang saya ketahui dari Ustâdz? Atau ada dua pendapat Ustâdz yang berlainan hukum? Jawaban:Langkah-langkah yang hendak kamu lakukan: Pertama: Melihat mana pendapat kami yang pertama dan mana yang kedua? Karena sesungguhnya kami adalah manusia sebagaimana yang dikatakan oleh Abû Hanîfah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih: ﻓَﺈِﻧَّﻨَﺎ ﺑَﺸَﺮٌ …
📱 Pertanyaan:Benarkah bahwa Asy-Syaikh Yahyâ menerlantarkan dakwah Asy-Syaikh Muqbil dan Dârul Hadîts Dammâj serta lari dari perang? 📲 Jawaban:Kalau yang mengatakannya itu adalah keluaran dari Dârul Hadîts Dammâj maka sungguh benar-benar dia telah melakukan pengingkaran terhadap kebaikan yang pernah dia rasakan dan nanti dia akan ditanya tentang apa yang dia ucapkan itu: وَلَا تَقۡفُ مَا لَیۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ …
Pertanyaan:Kalau kita berqurbân untuk orang tua yang sudah meninggal dunia itu bagaimana hukumnya? Ada yang bilang tidak boleh, dan ada yang bilang tidak apa-apa, nanti itu sebagai sedekah? Jawaban:Disyari’atkan berqurbân itu hanya kepada orang yang masih hidup, seseorang berqurbân untuk dirinya atau untuk keluarganya yang masih hidup sebagaimana dicontohkan oleh seorang putera Ãdam yang bertaqwâ pada zaman dahulu, Allâh Subhânahu …
📱 Pertanyaan:Siapa itu Ustâdz Ja’far ‘Umar Thâlib? Apakah Laskar Jihâd itu termasuk firqah? 📲 Jawaban:Al-Ustâdz Ja’far ‘Umar Thâlib Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih adalah orang Indonesia yang pertama-tama menuntut ilmu di Dârul Hadîts Dammâj di Yaman, kemudian jejek beliau ini diikuti oleh banyak para penuntut ilmu asal Indonesia dan Malaysia, mereka berdatangan ke Dârul Hadîts Dammâj untuk menuntut ilmu. Dan kita …
Pertanyaan:Bolehkah saya mengambil ilmu Al-Ustâdz Ja’far ‘Umar Thâlib Rahimahullâh? Lalu bagaimana menjawab komentar orang-orang yang benci setengah mati kepada beliau sampai ghuluw sekali membicarakan dan menyikapi beliau hingga terus-terusan menyebut kasus jihâd di Maluku? Jawaban:Ambillah ilmu yang kamu butuhkan dan kamu perlukan dari beliau, dengan tetap menyebutkan darinya jika ilmunya itu jelas benar dan tinggalkan jika ilmunya itu keliru. Jangankan …