BERMESRAAN DENGAN ISTERI DALAM KEADAAN SEDANG BERPUASA

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ada titipan pertanyaan, suami isteri bermesraan pada bulan puasa hingga suami keluar madzî dan isteri diduga keluar cairan, apakah keduanya membatalkan puasa? Jawaban:Terjadi perbedaan pendapat di kalangan Ahlul ‘Ilmi, pendapat yang benar tidaklah membatalkan puasa, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan berpuasa beliau mencium dan memeluk isterinya, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ …

SUPAYA TIDAK ADA PERSELISIHAN PADA PENULISAN NAMA ALLÂH

Pertanyaan:Izin nanya Ustâdz, untuk ejaan nama Allâh, yang betulnya ditulis macam mana? Jawaban:Kalau menuliskan Lafzhul Jalâlah Allâh sesuai ejaan latin maka tentu akan berbeda-beda, sebagian menuliskannya Alloh, sebagian yang lain katakan ini bisa dibaca sesuai tulisannya. Sebagian lagi menuliskannya Allâh, sebagian yang lain katakan ini bisa dibaca sesuai tulisannya. Sebagian lagi menuliskan Awllah, sebagian yang lain katakan ini juga bisa …

MELAFAZHKAN KATA INDONESIA YANG BERASAL DARI KATA ARAB

Pertanyaan:Ustâdz, saya ada pertanyaan, haruskah tulisan-tulisan atau lafadz-lafadz agama mengikuti ejaan dan transliterasi Indonesia? Seperti contohnya: sholat ditulis shalat atau salat, istiqomah ditulis istikamah, Romadhon ditulis Ramadan, Alloh ditulis Allah, muqoddimah ditulis mukadimah dan lain sebagainya. Apakah sebaiknya tulisan transliterasinya tetap pada bunyi asli dari bahasa Arab tersebut? Dan apakah ketika kita mengikuti pola penulisan transliterasi Indonesia, sama halnya kita …

TANDA-TANDA HARI KIAMAT SESUAI URUTANNYA

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz. Mau bertanya tentang peristiwa akhir zaman. Manakah urutan yang benar yang turun dibumi terkait Imâm Mahdî, Dukhân, Dajjâl, matahari terbit dari barat, Nabî Îsâ, Ya’jûj Ma’jûj dan angin yang mematikan orang beriman?. Jawaban:Urutan tentang tanda-tanda hari kiamat yang disebutkan itu tidaklah dapat kita pastikan sesuai urutannya, karena di dalam hadîts-hadîts disebutkan dengan menggunakan wâwu ‘athaf yang menunjukkan ketidakberurutannya, …

BIOGRAFI SINGKAT NABIULLÂH AL-KHIDHIR ‘ALAIHISH SHALÂTU WAS SALÂM

Pertanyaan:Ustâdz, bacaan nama Nabî Khidhir itu bagaimana yang benarnya karena ada yang baca Khadhir? Benarkah itu bukan nama aslinya? Apakah beliau benar masih hidup sampai sekarang? Jawaban:Penamaan Al-Khidhir ada padanya 6 bacaan:1) Boleh dibaca الْخِضِرُ dengan mengkasrah huruf khâ’ dan huruf dhâd.2) Boleh dibaca الْخِضَرُ dengan mengkasrah huruf khâ’ dan memfathah huruf dhâd.3) Boleh dibaca الْخَضِرُ dengan memfathah huruf khâ’ …

ASAL KATA LAFZHUL JALÂLAH اللّٰهُ

Pertanyaan:Asal kata dari lafzhul jalâlah اللّٰهُ itu bagaimana Ustâdz? Jawaban:Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ‘ulamâ tentang asal kata lafzhul jalâlah اللّٰهُ, dan yang benarnya itu berasal dari kata إِلٰهٌ kemudian masuk ال padanya. Huruf hamzah yang berada di awal kata إِلٰهٌ merupakan hamzah washal, ketika masuk ال padanya maka hamzah washal itu dibuang sehingga berubahlah menjadi lafzhul jalâlah اللّٰهُ.Keberadaannya seperti …

KEGUNAAN كَمْ TERHADAP KATA SETELAHNYA

Pertanyaan:Ustâdz, bisakah Ustâdz jelaskan perbedaan antara penggunaan ْكَم yang setelahnya manshûb dan ْكَم yang setelahnya majrûr? Jawaban:Supaya dapat membedakan keduanya maka hendaklah melihat kepada kedudukan كَمْ, jika keberadaannya sebagai khabariyyah maka kata setelahnya adalah majrûr dan ini tidak membutuhkan jawaban, jika keberadaannya sebagai istifhâmiyyah maka kata setelahnya adalah manshûb dan ini membutuhkan jawaban, contohnya: كَمْ حَدِيثٍ حَفِظْتَ “Betapa banyak hadîts …