Pertanyaan:Ustâdz, Kenapa dalam bahasa Arab kebanyakan menggunakan contoh dengan nama Zaid?. Jawaban:‘Ulamâ bahasa Arab menggunakan nama Zaid sebagai contoh dalam ilmu bahasa Arab karena nama Zaid terdiri dari tiga huruf, dan asal kata isim dan fi’il dalam bahasa Arab terdiri tiga huruf. Juga nama Zaid dijadikan contoh ke dalam ilmu bahasa Arab karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebutkannya di …
Pertanyaan:Adakah Ustâdz Muhammad buka baru dari awal kajian Bahasa Arab?. Jawaban:Alhamdulillâh barusan dibuka pelajaran baru kitâb bahasa Arab yaitu Durûsullughah Al-‘Arabiyyah bertempat di rumah ikhwân di Bojong Klapanunggal Bogor. Alhamdulillâh baru dua kali pertemuan, pengajarnya dua santri Majaalis, mereka berdua bergantian, salah seorang dari keduanya hari kemarin dan hari ini seorang lagi. Insyâ Allâh berlangsung setiap hari jam 8 dhuhâ …
Pertanyaan:Seorang kyai mengungkapkan bahwa ada satu kalimat di dalam Al-Qur’ãn yang ternyata diambil dari bahasa Nusantara, yaitu terletak pada surat Al-Insãn ayat 5: إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا “Sungguh orang-orang yang berbuat kebaikan akan minum dari gelas minuman yang campurannya adalah air kâfûr.”Kyai tadi tegaskan bahwa kâfur itulah satu-satunya kalimat di dalam ayat Al-Qur’ãn yang diyakini diambil dari bahasa Nusantara atau Indonesia.Mohon …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, apakah jika kita mengucapkan kepada akhwat sama seperti ikhwân pada dhamîr dari ucapan: تقبل الله منا ومنكم “Semoga Allâh menerima amal kebaikan dari kami dan dari kalian.” Jawaban:Pada lafazh doa tersebut, tatkala diucapkan kepada wanita boleh merubah dhamîrnya menjadi dhamîr muannats mukhâthab, namun lebih baik tidak merubah dhamîrnya, sebagaimana pada ucapan salâm: السلام عليكم “Semoga salâm sejahtera untuk …
Pertanyaan:Dari fâidah hadîts yang Ustâdz sampaikan berupa perkataan Al-Imâm Ibnul Qayyim Rahimahullâh: لَا خِلَافَ أَنَّهُ لَمْ يَحُجَّ بَعْدَ هِجْرَتِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ سِوَى حَجَّةٍ وَاحِدَةٍ وَهِيَ حَجَّةُ الْوَدَاعِ “Tidak ada perbedaan pendapat, bahwa Beliau Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah haji setelah hijrahnya ke Madînah kecuali hanya haji sekali saja yaitu haji wadâ’.”Mohon Ustâdz memberikan tambahan fâidah nahwu dari perkataannya: Lam Yahujja. …
📱 Pertanyaan:Ada titipan pertanyaan dari seorang ikhwah yang ikut kajian lewat channel Al-‘Uluw fî Ma’rifatin Nahwi, beliau berkata: Ana dengar ada suatu hadits dengan lafazh: “Belajar tanpa guru, sama dengan belajar dengan setan.” 📲 Jawaban:Tidak seorangpun dari Ahlul Hadîts menyebutkan ada suatu hadîts yang lafazhnya seperti disebutkan oleh penanya. Yang kita ketahui ada suatu ungkapan dari seseorang yang disebut dengan …
Pertanyaan:Apa saja kitâb-kitâb dari berbagai cabang Ilmu agama yang seharusnya dimiliki oleh seorang penuntut ‘ilmu?Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Kitâb-kitâb yang perlu dimiliki oleh seorang penuntut ilmu, di antaranya: Mushhaf Al-Qur’ãn. Al-Arba’ûn An-Nawawiyyah karya Yahyâ An-Nawawî. ‘Umdatul Ahkâm karya ‘Abdul Ghanî Al-Maqdisî. Riyâdhus Shâlihîn karya Yahyâ An-Nawawî. Bulûghul Marâm karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalânî Shahîhul Bukhârî karya Muhammad Al-Bukhârî. Shahîh Muslim karya Muslim bin …
Ustâdz menyuruh salah seorang murid yang hadir di kajian: “Kamu baca.” Yakni membaca pelajaran.Lalu Ustâdz bertanya kepadanya karena masih berpakaian dinas: “Kamu baru dari kantor?” Muridnya menjawab: “Iya Ustâdz.” Ustâdz berkata: “Mâsyâ Allâh.” Ustâdz kagum kepadanya, lalu mendoakannya: “Bârakallâhu fîkum (semoga Allâh memberkahimu).”Setelah itu Ustâdz menyampaikan nasehat: “Diupayakan bisa terus menerus menghadiri kajian ini, diupayakan masing-masing bisa mengambil bagian dari …
Pertanyaan:Ustâdz apa hukumnya meremehkan ilmu bahasa ‘Arab seperti ilmu nahwu? Jawaban:Tidaklah pantas bagi orang yang menginginkan kebaikan untuk meremehkan ilmu bahasa ‘Arab, karena bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’ãn, dan Allâh Tabâraka wa Ta’âlâ telah membedakannya dengan bahasa selainnya: وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ “Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka …
Pertanyaan:Ustâdz ‘afwân izin bertanya mengenai dars di Durûsullughah: أَو مَهْمُوزَ اللَّامِ Saya masih kurang paham mengenai maksudnya Ustâdz. Jawaban:Mahmûz Lâm yaitu fi’l yang huruf akhirnya adalah huruf hamzah, contoh: هَنَّأَ artinya mengucapkan selamat.Kata ini mengikuti wazan: فَعَّلَ karena huruf akhirnya adalah hamzah, ketika ingin dijadikan mashdar maka hendaklah mengikuti wazan: تَفْعِلَةٌ Sehingga menjadi: تَهْنِئَةٌ Pada asalnya kata yang mengikuti wazan …