ANAK YANG MATI DI WAKTU WAJIBNYA MENGELUARKAN ZAKAT

Pertanyaan:
‘Afwan Ustadz, anak yang lahir kemudian meninggal, apakah dia wajib untuk disalurkan zakat fithrahnya?.

Jawaban:
Kalau anak itu wafatnya di waktu yang wajib mengeluarkan zakat fitrah maka hendaklah bagi orang tua atau orang yang bertanggung jawab terhadap nafkahnya mengeluarkan zakat fithrahnya, telah berpendapat dengan pendapat ini di antara dari ‘ulama madzhab Asy-Syafi’iyyah:

وَتجب زَكاة الفِطر بشُروط مِنها إِدراك وَقت وُجوبها

“Wajib zakat fithrah dengan syarat-syarat di antaranya adalah mendapati waktu wajibnya.”
Disebutkan seperti itu karena waktu mengeluarkan zakat fithrah ada dua:
Pertama: Waktu yang wajib mengeluarkannya, yaitu pada hari tenggelamnya matahari di hari terakhir Ramadhan, sebagaimana berpendapat dengan pendapat ini Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah. Apabila waktu ini dilampui hingga selesai pelaksanaan shalat ‘idul fithri maka tidak ada lagi zakat fithrah, yang sengaja tidak mengeluarkan zakat fitrahnya di waktu yang boleh atau di waktu yang wajib tersebut maka dia berdosa dengan dosa besar, dan yang mengeluarkan zakat fithrahnya setelah shalat ‘idul fithri maka tidak teranggap sebagai zakat fithrah, berkata Nabiuttaubah ‘Alaihish Shalatu was Salam:

وَمن أدَّاها بعدَ الصلاةِ فَهيَ صدقةٌ منَ الصدَقاتِ

“Dan siapa yang menunaikan zakatnya setelah shalat ‘idul fithri maka itu hanyalah sedekah dari sedekah-sedekah.”
Kedua: Waktu yang boleh mengeluarkan zakat fithrah, yaitu awal Ramadhan hingga hari sebelum waktu wajib mengeluarkannya, zakat yang dikeluarkan pada waktu yang boleh ini teranggap sah, meskipun itu dikeluarkan di awal Ramadhan sebagaimana telah berpendapat dengannya Al-Imam Asy-Syafi’i Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih.

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11732
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/596