ANJURAN BERSHALAWAT DAN BERDOA BAGI KHATIB JUM’AT

Pertanyaan:
Ada seorang syaikh menyebutkan kalau khatib saat khutbah Jum’at yang kedua membaca shalawat Ibrahimiyyah itu tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga merutinkan doa sesudah itu tidak beliau lakukan. Benarkah itu syaikh?.

Jawaban:
Tidak dapat dipastikan seperti itu, kalau ada yang berani membuat kesimpulan seperti itu maka kita minta untuk datangkan satu riwayat yang menceritakan isi khutbah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari awal khutbah hingga akhirnya, karena sungguh kita tidak pernah dapatkan isi khutbah beliau lengkap dari awal khutbahnya hingga akhirnya, yang kita dapatkan pada banyak riwayat hanya menyebutkan sebagian dari isi khutbahnya, seperti penyebutan khutbah hajah pada awal khutbah atau penyebutan tentang tabsyir (pemberian kabar gembira) serta tahdzir (pemberian peringatan) dan lain sebagainnya dari berbagai nasehat. Bahkan dari penyebutan sebagai isi khutbah Jum’at itu ternyata ada keterangan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jugaa berdoa di dalam khutbahnya, diriwayatkan oleh Muslim di dalam “Shahih”nya dari ‘Umarah bin Ruaibah, beliau berkata:

رأيتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ وهو يَخطُبُ إذا دَعا يقولُ هكذا، ورفَعَ السَّبَّابةَ وحْدَها

“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan berkhutbah, jika beliau berdo’a maka beliau berbuat demikian, yaitu beliau mengangkat jari telunjuknya saja.”
Dengan adanya dalil yang menetapkan berdoa di saat khutbah seperti itu maka sudah cukup untuk dikatakan bahwa itu termasuk sunnah bagi khatib untuk melakukannya, apalagi ada keumuman perkataan Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam:

ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺍﺛْﻨَﺎ ﻋَﺸَﺮَ ﺳَﺎﻋَﺔً، ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻻَ ﻳُﻮْﺟَﺪُ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻋْﻄَﺎﻩُ، ﻓَﺎﻟْﺘَﻤِﺴُﻮْﻫَﺎ ﺁﺧِﺮَ ﺳَﺎﻋَﺔٍ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ

“Pada hari Jum’at ada dua belas jam, ada padanya sejam, tidak didapati seorang Muslim yang meminta kepada Allah kecuali Allah akan memberinya, maka carilah oleh kalian sejam tersebut pada akhir waktu ‘ashar.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’i.
Perintah mencarinya pada sejam dari akhir waktu ‘ashr bukan berarti hanya pada waktu itu disunnahkannya berdoa, bahkan umum dalam hari Jum’at itu, sama halnya perintah mencari Lailatul Qadr, apakah hanya disunnahkan shalat lail pada sepuluh malam terakhir tidak pada keumuman bulan Ramadhan?!.
Maka dari itu kita menasehatkan kepada para khatib yang sejalan dengan kita untuk membiasakan dengan mengikutkan doa di saat berkhutbah, terkhusus pada khutbah Jum’at yang kedua. Dan hendaklah sebelum berdoa untuk memulai dengan bershalawat kepada Nabiuttaubah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sehingga doa dapat dikabulkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, dan At-Tirmidzi telah meriwayatkan suatu atsar yang dinyatakan sanadnya jayyid oleh Ibnu Katsir dari ‘Umar Ibnul Khaththab semoga Allah meridhainya, beliau berkata:

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، لا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

“Sungguh doa itu terhenti di antara langit dan bumi, tidak akan naik darinya sedikitpun, hingga kamu bershalawat kepada Nabimu Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”
Dan seutama-utama shalawat adalah shalawat Ibrahimiyyah, maka hendaklah bagi khatib membacanya, demikian pula jangan pernah melupakan memperbanyak bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di hari Jum’at ini pada khususnya dan saat-saat memulai berdoa pada umumnya, dengan memperbanyak bershalawat maka orang yang melakukannya termasuk orang yang paling utama, berkata ‘Abdullah bin Abi Bakr Al-Anshari semoga Allah merahmatinya:

كان يقال: أفضل الناس في يوم الجمعة أكثرهم صلاة على النبي صلى الله عليه وسلم

“Dahulu ada yang mengatakan: “Paling utamanya manusia di hari Jum’at adalah paling banyaknya mereka bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”
Dan Al-Baihaqi di dalam “Sunan”nya telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا

“Perbanyaklah oleh kalian bershalawat kepadaku di hari Jum’at dan di malam Jum’at. Barangsiapa bershalawat kepadaku dengan sekali shalawat maka Allah bershalawat kepadanya dengan sepuluh kali shalawat.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/13036
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1350