BEDA SHALAT SYURÛQ DENGAN DHUHÂ

Pertanyaan:
Ustâdz, bisakah shalat syurûq dilakukan di rumah?

Jawaban:
Shalat syurûq kaitannya dengan masjid sebagaimana shalat tahiyatul masjid, hanya saja untuk shalat syurûq ketentuannya dengan mengikuti shalat shubuh berjamâ’ah di masjid lalu duduk di masjid hingga matahari terbit, setelah itu melakukannya, telah teriwayatkan di dalam suatu hadîts:

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa yang shalat shubuh berjamâ’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai shalat sunnah dhuhâ, maka dia seperti mendapat pahala orang yang haji atau ‘umrah secara sempurna.” Riwayat Ath-Thabrânî.

Keutamaan yang besar ini hanya bagi mereka yang melaksanakannya sesuai dengan yang disebutkan pada hadîts tersebut. Adapun kalau seseorang hanya melaksanakan shalat shubuh berjamâ’ah lalu pulang dan berdzikir di rumahnya, tatkala matahari telah terbit lalu dia shalat dua raka’at maka dia akan mendapatkan keutamaan mengamalkan sunnah shalat dhuhâ dua raka’at, berkata Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Teman terdekatku Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku dengan tiga wasiat, yaitu: Puasa tiga hari pada setiap bulan, dua raka’at Dhuhâ dan supaya aku shalat witir sebelum aku tidur.” Riwayat Al-Bukhârî.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada malam Sabtu Kamis tanggal 17 Syawwâl 1442 / 29 Mei 2021 di Kampung Tenggilis Mustikajaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5516