HILAL DILIHAT DENGAN MATA KEPALA BUKAN DENGAN MATA BATIN

Pertanyaan:
Kenapa jama’ah Ustadz Al-Khidhir tidak ‘idul fithri kemarin, ikut ru’yah hilal Saudi?. Bukankah kalau sudah ada yang lihat hilal maka harus semua ikut?.

Jawaban:
Kita tidak akan pernah mau mengikuti khabar dari para peru’yah yang menggunakan mata batin, kita hanya akan mengikuti para peru’yah yang menggunakan mata kepala, karena inilah manhaj Salaf dalam penentuan awal bulan, berkata Salaf kita Nabi Akhir Zaman ‘Alaihish Shalatu was Salam:

إذا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وإذا رَأَيْتُمُوهُ فأفْطِرُوا، فإنْ غُمَّ علَيْكُم فاقْدِرُوا له

“Jika kalian telah melihat hilal maka berpuasalah kalian, jika kalian telah melihatnya pula maka ber’idul fithrilah kalian. Dan jika mendung maka hitunglah oleh kalian.” Yakni genapkanlah, sebagaimana diperjelas pada lafazh lain:

فَأَكْمِلُوا اَلْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

“Sempurnakanlah oleh kalian menjadi tiga puluh hari.”
Para peru’yah kerajaan bukan hanya kali kemarin keliru, bahkan tahun yang telah lalu mereka menetapkan berdasarkan kecanggihan alat mereka bahwa mustahil hilal akan terlihat di hari yang mereka turun lapangan untuk melihat hilal, apa yang mereka tetapkan sejalan dengan yang ditetapkan oleh peta ru’yatul hilal dunia bahwa mustahil akan terlihat hilal di hari itu. Tapi tiba-tiba dengan penglihatan mata batin mereka pun nyatakan telah terlihat hilal, kasusnya sama seperti Sabtu sore dua hari kemarin. Komunitas mereka di negara-negara tetangga langsung merespon baik, diberitakanlah telah dilihat hilal, telah dilihat hilal. Disebutkan beberapa negara telah melihat hilal, ternyata mereka bersandar semua ke peru’yah yang menggunakan mata batin, Hasbunallahu Wani’mal Wakil.
Alhamdulillah kemarin sore (Ahad 29 Ramadhan 1446 / 30 Maret 2025) baru dapat terlihat hilal dengan menggunakan mata kepala, puluhan negara dan lebih dari 60-an negeri telah melihat hilal dengan mata kepala bukan dengan mata batin, termasuk beberapa negeri di Saudi di antaranya di Riyadh baru dapat melihat hilal kemarin sore (Ahad 29 Ramadhan 1446 / 30 Maret 2025). Puluhan negara baru dapat melihat hilal kemarin sore, dan hari ini (Senin 31 Maret) mereka tetapkan sebagai hari raya ‘Idul Fithri 1 Syawwal 1446.

رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Wahai Rabb kami, terimalah dari kami. Sungguh Engkaulah As-Sami’ (Yang Maha Mendengar) lagi Al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui).”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11746

⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/9223372036854675819