HUKUM SEPUTAR FIDYAH

Pertanyaan:
Bagaimana ketentuan dalam membayar fidyah Ustâdz? Karena saya kurang paham.

Jawaban:
Ketentuan membayar fidyah adalah bagi orang yang tidak berkemampuan untuk puasa, sama saja orang yang sudah lanjut usia atau wanita hâmil dan menyusui yang mengkhawatirkan bayinya, Abû Dâwud meriwayatkan perkataan ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhu tatkala menafsirkan ayat:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Wájib bagi orang-orang yang berat menjalankan puasa, jika mereka tidak berpuasa, maka membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskîn.”

كانت رُخْصَةً للشيخِ الكبيرِ والمرأةِ الكبيرة وهما يُطيقان الصيام أن يُفْطِرَا ويُطْعِمَا مكان كُل يومٍ مسكيناً، والحُبْلى والمُرْضِعُ إِذَاخَافَتَا قَالَ أَبُوْ دَاوُدْ يَعْنِي عَلَى أَوَلاَدِهمِاَ أَفْطَرَتَا وَأَطْعَمَتَا

“Membayar fidyah itu merupakan keringanan bagi laki-laki yang lanjut usia dan perempuan yang lanjut usia, mereka berdua adalah dua orang yang berat menjalankan puasa maka mereka berdua berbuka dan memberi makan seorang miskîn pada setiap harinya. Demikian pula wanita hâmil dan menyusui jika mereka berdua mengkhawatirkan.”
Berkata Abû Dâwud, yakni mengkhawatirkan bayi mereka berdua maka mereka berdua berbuka dan membayar fidyah.”

Dan ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ pernah pula berkata kepada hamba sahayanya yang sedang hâmil:

أَنْتِ بِمَنْزِلَةِ الَّتِي لا تُطِيقُهُ فَعَلَيْكِ الْفِدَاءُ، ولاَ قَضَاءَ عَلَيْكِ

“Kamu berkedudukan seperti orang yang tidak berkemampuan untuk puasa maka wajib bagimu membayar fidyah, dan tidak wajib bagimu mengqadhâ.”

Pertanyaan:
Ustâdz jika berkenan, bolehkah saya minta penjelasan sedikit, bagaimana cara membayar fidyah? Untuk makanannya, apakah ada aturan jumlah atau budgetnya Ustâdz?.

Jawaban:
Cara membayar fidyah yaitu dengan memberi makan orang miskîn dengan suatu makanan yang mengenyangkannya. Kalau di negeri kita, satu bungkus nasi bersama lauknya untuk seorang miskîn itu sudah mencukupi. Kalau di Arab, dahulu Anas bin Mâlik Radhiyallâhu ‘Anhu memberi makan seorang miskîn dengan roti dan daging. Itu sudah mengenyangkan bagi seorang miskîn.
Dan orang yang membayar fidyah tentu menyesuaikan dengan jumlah hari yang dia tidak mampu berpuasa, jika dia tidak berpuasa sehari maka dia memberi makan seorang miskîn, berkata Allâh Subhânahu Wa Ta’âlâ:

 وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskîn.” (Surat Al-Baqarah: 184).
Jika dia tidak berpuasa 8 hari maka dia memberi makan 8 orang miskîn.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis 19 Ramadhân 1443 / 21 April 2022 di Binagriya Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6370