ISTERI DI MASA ‘IDDAH, WAJIB DINAFKAHI DIBAYARKAN ZAKAT FITHRAHNYA OLEH SUAMI

Pertanyaan:
Ahsanallah ilaikum ustadz, ijin bertanya, wanita yang berada dalam masa Iddah zakat fitrahnya menjadi tanggungan siapa?.

Jawaban:
Wanita yang ditalak oleh suaminya dengan talak raj’i maka dia masih berstatus sebagai isteri, selama dia masih berada dalam masa ‘iddah maka zakat fithrahnya dibayarkan oleh suaminya sebagaimana pula nafkahnya menjadi kewajiban suami, berkata Imam An-Nawawi:

تجب عليه فطرة زوجته الرجعية كنفقتها

“Wajib bagi suami membayar zakat fithri atas isteri yang ditalak raj’i sebagaimana wajib memberikan nafkah kepadanya.”
Ahlul ‘Ilmi berdalil dengan keumuman dalil, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:

وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” [Al-Baqarah: 233].
Kewajiban ini akan berakhir tatkala telah selesai masa ‘iddah, ini seperti yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Ibnu Bazz:

بعد خروجها من العدة لا نفقة لها عند جميع أهل العلم

“Setelah keluarnya isteri dari masa ‘iddah maka tidak ada nafkah lagi baginya menurut semua Ahlul ‘Ilmi.”

[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu pada hari Senin (26 Ramadhan 1447 / 16 Maret 2026) di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13750
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1939