JANGAN PATAH SEMANGAT BILA YANG IKUT KAJIAN BERSAMAMU HANYA BEBERAPA ORANG

Sudah biasa dari zaman dahulu kalau kajian kitab itu dihadiri oleh sedikit orang, kadang awalnya banyak namun setiap hari akan berkurang hingga beberapa orang saja yang mengikuti sampai selesai kitab. Jangankan kajian kitab yang mustahab, yang wajib seperti mengikuti khutbah Jum’at saja pernah hanya dua belas orang saja yang bertahan ikuti, selain mereka pada pergi semua menyambut qāfilah (rombongan pedagang) yang datang, Allah Subhanahu wa Ta’ala ceritakan di dalam Al Qur’ãn:

وَإِذَا رَأَوۡا۟ تِجَـٰرَةً أَوۡ لَهۡوًا ٱنفَضُّوۤا۟ إِلَیۡهَا وَتَرَكُوكَ قَاۤىِٕمࣰاۚ قُلۡ مَا عِندَ ٱللَّهِ خَیۡرࣱ مِّنَ ٱللَّهۡوِ وَمِنَ ٱلتِّجَـٰرَةِۚ وَٱللَّهُ خَیۡرُ ٱلرَّ ٰ⁠زِقِینَ

“Apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.” [Al Jumu’ah: 11].
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tetap melanjutkan khutbahnya meskipun yang bertahan mengikuti hanya dua belas orang.

Dikutip dari kajian Al Ustādz Abū Ahmad Al Khidhir pada hari Ahad, 4 Shafar 1448 / 19 Juli 2026 di Masjid At Taqwā Syi’ār Sunnah Mustikajaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14540
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2655