KEWAJIBAN MEMISAHKAN ANAK-ANAK DI SAAT TIDUR

Pertanyaan:
Bagaimana saya menyikapi seorang laki-laki dewasa yang tidur bareng bersama adik perempuannya yang juga sudah berusia dewasa? Bukankah wanita itu tidak boleh satu kamar sama lawan jenisnya ketika sudah bâligh ya Pak Ustâdz? Saya bagaimana menyikapinya Pak Ustâdz?.

Jawaban:
Sampaikan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah memberikan nasehat dan bimbingan, beliau berkata:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahlah oleh kalian kepada anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun, pukullah oleh kalian mereka itu bila tidak mau shalat ketika telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah oleh kalian tempat tidur di antara mereka.” Riwayat Abû Dâwud.

Perintah untuk memisahkan di antara anak-anak dari tempat tidur mereka, karena syaithân akan selalu menggoda mereka supaya melakukan perbuatan keji. Dan keberadaan syaithân itu sangat cepat dalam menggoda manusia, Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada dua orang Shahabatnya dari kalangan Anshâr:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُلْقِيَ فِي أَنْفُسِكُمَا شَيْئًا

“Sungguh syaithân itu berjalan ke seseorang pada aliran darahnya, dan sungguh aku khawatir syaithân akan menyusupkan sesuatu ke dalam hati kalian berdua.” Riwayat Asy-Syaikhân.

Orang yang menginginkan kebaikan tentu tidak akan merasa aman dari godaan syaithân. Oleh karena itu, hendaklah bagi setiap orang mengikuti bimbingan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, karena hanya dengan mengikuti bimbingan beliau seseorang akan selamat.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6243