MEMPERDENGARKAN BACAAN BASMALAH PADA SHALAT SIRRIYYAH

Pertanyaan:
Ustadz, menyoal bacaan Basmalah pada surat Al-Fatihah saat Ustadz mengimami di masjid umum yang jama’ahnya pada belum terlalu mengenal Sunnah, Ustadz baca Basmalah tidak keras dan tidak juga hanya gerakan bibir tapi seperti bisikan namun terdengar suara kecil bacaan Basmalah. Apakah ada dalilnya?.

Jawaban:
Bacaan di dalam shalat hanya ada dua, yaitu jahr (keras) dan sirr (pelan). Adapun bacaan Basmalah yang terkadang kita perdengarkan dengan suara pelan namun tidak keras, maka itu termasuk dari bacaan yang sirr (tidak keras). Dahulu Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam pada saat shalat zhuhur, beliau terkadang memperdengarkan bacaan terhadap ayat atau surat, padahal itu shalat sirriyyah, berkata Al-Bukhari Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih di dalam “Shahih”nya:

باب الْقِرَاءَةِ فِي الظُّهْرِ

“Bab bacaan pada shalat zhuhur.”
Setelah itu Al-Bukhari menyebutkan haditsnya dari Abu Nu’aim, dari Syaiban dari Yahya dari ‘Abdullah bin Abi Qatadah dari ayahnya yang menyebutkan tentang shalat zhuhur Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

وَيُسْمِعُ الآيَةَ أَحْيَانًا

“Terkadang beliau memperdengarkan ayat.”
Maka dari itu para Shahabat yang shalat di belakang Nabi ‘Alaihimush Shalatu was Salam mengetahui ayat dan surat yang beliau baca di dalam shalat zhuhur.
Atas dasar inilah yang membuat kita terkadang memperdengarkan dengan suara pelan terhadap bacaan ayat pertama Al-Fatihah yaitu Basmalah, supaya orang bodoh tidak mengira bahwa kita tidak membaca satu bagian dari salah satu rukun shalat yaitu bacaan Basmalah pada surat Al-Fatihah.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/10577