MENYOAL NAMA FĀTHIMAH AZ ZAHRĀ’

Pertanyaan:
Apakah benar Ustādz, menamai anak dengan nama Fāthimah Az Zahrā’ tidak boleh?. Dan apa hukumnya memvonis setiap orang yang bernama Fāthimah Az Zahrā’ sebagai syī’ah?.

Jawaban:
Nama Fāthimah Az Zahrā’ adalah nama yang sebagian ‘ulamā memutlakkannya sebagai nama Ummul Hasan Fāthimah bintu Muhammad ‘Alaihimush Shalātu was Salām, di antara ‘ulamā yang kita maksudkan adalah Ibnu Hibbān, Al Khatīb, Ibnu ‘Abdil Bārr, Ibnu Atsīr dan termasuk pula An Nawawī serta Ibnu Hajar dan selain mereka. Adapun nama Fāthimah maka jelas dalīlnya, Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam yang menamainya dan menyebutkannya sendiri sebagaimana pada banyak hadīts shahīh. Sedangkan Az Zahrā’ adalah pensifatan kepadanya, dan ini telah diterangkan oleh Asy Syaikh Bakr Abu Zaid, beliau katakan:

فاطمة الزهراء: الزهراء المرأة المشرقة الوجه، البيضاء المستنيرة، ومنه جاء الحديث في سورة البقرة وآل عمران: الزهراوان أي: المنيرتان

“Fāthimah Az Zahrā’: Az Zahrā’ adalah wanita yang wajahnya berseri-seri, berkulit cerah dan bercahaya. Datang tentangnya di dalam hadīts pada surat Al Baqarah dan surat Ãli ‘Imrān: Az Zahrāwān (dua cahaya) yaitu Al Munīrān (dua sinar).”
Dan kata Az Zahrā’ ini sudah dikenal untuk mensifati wanita sebagaimana kata Azhar untuk mensifati laki-laki, di dalam suatu hadīts yang diriwayatkan oleh Al Bukhārī dan Muslim dari Anas bin Mālik, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ

“Keberadaan Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam itu azhar allaun.”
Dan An Nawawī mengatakan:

أَزْهَر اللَّوْن هُوَ الْأَبْيَض الْمُسْتَنِير، وَهِيَ أَحْسَن الْأَلْوَان

“Azhar allaun adalah putih bersinar, yaitu cerah warna kulitnya.”
Tatkala Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam disifati dengan sifat tersebut maka putri beliau pun layak untuk disifati dengan sifat yang semisal, karena telah disebutkan oleh ‘Āisyah Zaujin Nabī ‘Alaihimash Shalātu was Salām:

ما رأيتُ أحدًا كانَ أشبَه سمتًا وَهديًا ودلًّا برسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ من فاطمةَ

“Aku tidak pernah melihat seseorang pun yang lebih menyerupai Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam pada penampilan, kepribadian, dan perangai yang anggunnya daripada Fāthimah.”
Maka dari kejelasan tersebut menunjukkan tentang kebolehan menamai anak perempuan dengan nama Fāthimah Az Zahrā’, dan teranggap baik kalau diinginkan dari nama tersebut untuk mengikuti nama dan sifat puteri Nabī ‘Alaihimash Shalātu was Salām, yang beliau adalah Sayyidah Nisā Hadzihil Ummah (pemimpin para wanita umat ini), beliau adalah Salafiyyah kita Ahlussunah wal Jamā’ah sebagaimana keberadaan ayahnya Nabī kita Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam, yang beliau telah berkata kepadanya:

فإنَّه نِعمَ السَّلَفُ أنا لَكِ

“Sesungguhnya sebaik-baik Salaf bagimu adalah aku.”
Maka dari itu, termasuk dari kezhaliman seseorang bila dia menghukumi setiap orang yang bernama Fāthimah Az Zahrā’ sebagai syī’ah. Nas’alullāhas Salāmata wal ‘Āfiyah.

وَصَلَّى اللّْهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى إِخْوَانِهِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ

[Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir pada hari Sabtu tanggal 9 Rabī’ Al Awwal 1448 / 22 Agustus 2026 di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14813