PEMASTIAN MELIHAT HILAL
Pertanyaan:
Apa benar Ustadz ada berita bilang di Aceh nampak hilal namun kurang tebal?.
Jawaban:
Kalau hilal nampak oleh kasat mata maka camera atau vidio sangat mungkin untuk digunakan merekam penampakannya, tapi selama ini yang mengaku melihat hanya menggunakan alat bantu yang akhirnya melahirkan kesimpulan hilal kurang tebal. Hakekatnya tidak bisa terlihat oleh kasat mata karena memang masih fase bulan mati tapi pada memaksakan akhirnya muncul kesimpulan aneh terlihat hilal namun kurang tebal. Tadi ada ikhwah sampaikan ke kita berita tersebut, dan kita anggap itu menyelisihi realita, karena para pengamat yang menggunakan mata telanjang tidak melihat hilal sama sekali. Dan berita yang disampaikan ke kita bahwa hilal nampak namun kurang tebal maka itu menjadi bukti keragu-raguan orang yang mengaku melihatnya, sementara telah datang suatu atsar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq dan Al-Hakim secara maushul dari ‘Ammar bin Yasir Radhiyallahu ‘Anhuma:
مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم
“Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan padanya maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”
Ini tidak hanya yang berkaitan dengan berpuasa namun berhari raya juga harus dengan pasti dan yakin dalam mempersaksikannya, tanpa ada keraguan dan kebimbangan padanya.
Orang kalau benar melihat hilal dengan mata kepalanya maka dia akan mengatakan dengan tegas telah melihat, tanpa membuat embel-embel kurang tebal atau tipis, apalagi di zaman sekarang dapat dengan mudah membuktikan, tatkala mata kepala bisa melihat hilal maka jelas camera atau vidio dapat pula mendokumentasikan.
[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu pada malam Jum’at, 30 Ramadhan 1447 / 20 Maret 2026 di Bogor].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13770
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1955