QUNUT WITIR ADALAH SUNNAH
Pertanyaan:
Apakah qunut pada shalat witir adalah Sunnah?.
Jawaban:
Qunut pada shalat witir termasuk Sunnah, sebagaimana telah tetap dalam riwayat Ahmad dan Ashhabus Sunan dari Al-Hasan bin ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata:
علَّمَني جدِّي كلماتٍ أقولُها في قنوتِ الوِتْرِ
“Kakekku telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat untuk aku membacanya pada qunut witir.”
Adapun pernyataan dari sebagian ‘ulama seperti Sufyan Ats-Tsauri dan An-Nakha’i tentang tidak adanya bacaan tertentu untuk qunut witir, maka pendapat mereka di sini sifatnya penafian sementara di dalam hadits Al-Hasan bin ‘Ali Radhiyallâhu ‘Anhuma adalah penetapan bacaan qunut witir, dengan demikian berlakulah kaidah ushul:
الْمُثْبِتُ مُقَدَّمٌ عَلَى النَّافِي
“Yang menetapkan itu lebih dikedepankan atas yang meniadakan.”
Adapun argumen sebagian ‘ulama yang menafikan adanya bacaan qunut witir karena hadits Al-Hasan bin ‘Ali yang ada tambahan lafazh “di dalam qunut witir” adalah dha’if sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnu Hibban bahwasanya lafazh itu tidak terjaga yakni dha’if, dengan argumen bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal dunia dalam keadaan Al-Hasan bin ‘Ali masih berusia delapan tahun maka bagaimana beliau mengajari Al-Hasan bin ‘Ali tentang qunut witir dan beliau tidak mengajarkannya kepada para shahabat. Akan tetapi argumen seperti itu kurang tepat karena kalau mempermasalahkan pada periwayatan Al-Hasan bin ‘Ali seperti itu maka mengharuskan untuk tidak menerima seluruh lafazh pada periwayatannya, bukan hanya lafazh “di dalam qunut witir” namun lafazh doanya juga.
Adapun kalau dianggap doanya saja yang shahih tanpa lafazh “di dalam qunut witir” lalu ditempatkan dimana doa tersebut ketika akan dibaca di dalam shalat?. Ini memerlukan adanya dalil untuk menetapkan tempat membacanya di mana?. Kalau ditetapkan tempatnya di dalam semua shalat pada saat sujud atau ketika di akhir shalat maka pasti akan diriwayatkan pula oleh para shahabat yang lain, karena sungguh mereka telah shalat berjama’ah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11668
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/564