SEJARAH DZIKIR JAMÂ’AH

Pertanyaan:
Perkenankan saya untuk bertanya tentang dzikir jamâ’ah yang pernah diadakan oleh KH. Muhammad ‘Ârifîn Ilhâm yang ikut hadir adalah KH. Abdush Shamad lalu ditanya kenapa di Makkah dan Madînah tidak ada dzikir jamâ’ah? KH. ‘Abdush Shamad pun menjawab dengan jawaban seolah-oleh hanya pada King Su’ûd saja yang tidak membolehkan dzikir jamâ’ah di Makkah dan Madînah. Apakah memang di zaman sebelum King Su’ûd, di zaman Salaf sudah selalu ada dzikir jamâ’ah di Makkah dan Madînah?

Jawaban:
Adanya atau ketidakadanya dzikir jamâ’ah di Makkah dan Madînah bukanlah suatu dalîl, tidak benar bagi seseorang untuk berdalîl dengan Makkah dan Madinah di zaman kerajaan Saudi Arabia, zaman sebelumnya atau zaman setelahnya, namun hendaklah melihat bagaimana Makkah dan Madînah di zaman Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam!.
Apakah di zaman Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam pernah dilakukan dzikir berjamâ’ah oleh Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam di Makkah atau Madînah?.

Memang pernah muncul dzikir berjamâ’ah di masjid Nabawî di Madînah pada zaman Shahabat sepeninggal Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam, namun salah seorang ‘Ulamâ Shahabat yaitu ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu langsung mengingkarinya. Pada waktu itu, ada majâlis dzikir yang dipandu oleh seseorang untuk mengucapkan tasbîh 100 kali, takbîr 100 kali, dan tahlîl 100 kali, dengan menggunakan batu kerikil, namun Shahabat yang mulia ‘Abdullâh bin Mas’ud Radhiyallâhu Anhu mengingkari mereka dengan mengatakan:

فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمْ، فَأَنَا ضَامِنٌ أَنْ لَا يَضِيعَ مِنْ حَسَنَاتِكُمْ شَيْءٌ، وَيْحَكُمْ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، مَا أَسْرَعَ هَلَكَتَكُمْ هَؤُلَاءِ صَحَابَةُ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَافِرُونَ ، وَهَذِهِ ثِيَابُهُ لَمْ تَبْلَ ، وَآنِيَتُهُ لَمْ تُكْسَرْ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّكُمْ لَعَلَى مِلَّةٍ هِيَ أَهْدَى مِنْ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ أَوْ مُفْتَتِحُوْا بَابَ ضَلاَلَةٍ؟ قَالُوا: وَاللهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ، قاَلَ: وَكَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ

“Hitung-hitunglah kejelekan-kejelekan kalian! Aku menjamin bahwa tidak akan sia-sia terhadap kebaikan-kebaikan kalian sedikitpun. Wahai umat Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, betapa cepatnya pengrusakan kalian (terhadap Sunnah). Mereka para Shahabat Nabî kalian Shallallâhu Alaihi wa Sallam masih banyak yang hidup, ini pakaian-pakaian beliau masih belum usang dan cangkir-cangkirnya masih belum pecah. Demi Allâh, apakah kalian mengira ada dalam agama yang lebih bagus daripada agama Muhammad Shallallâhu Alaihi wa Sallam, ataukah kalian akan membuka pintu kesesatan?” Mereka menjawab: “Wahai Abû ‘Abdirrahmân, tidaklah kami inginkan kecuali kebaikan.” Maka ‘Abdullâh bin Mas’ûd berkata: “Betapa banyak dari orang yang menginginkan kebaikan namun tidak mendapatkannya!?.” Riwayat Ad-Darâmî.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6240