SHALAT DALAM KEADAAN MENGGENDONG BAYI

Pertanyaan:
‘Afwân Ustâdz Hafizhakallâh, ada titipan pertanyaan: “Biasanya ketika saya hendak berangkat shalat berjamâ’ah ke masjid, anak saya rewel dan ibunya tidak bisa mengatasi untuk mendiamkannya dikarenakan ibunya sedang mengidam dan sangat lemas hanya bisa terbaring. Apakah ini termasuk udzur sehingga saya shalat di rumah agar anak saya tidak rewel? Jazâkallâhu khairan wa Bâraka fîkum.

Jawaban:
Hendaklah dia tetap berangkat ke masjid dengan membawa anaknya untuk shalat berjamâ’ah, dia berdiri di dalam shalat dalam keadaan menggendong anaknya, jika dia rukû dan sujûd maka dia letakkan anaknya. Ini yang dicontohkan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, Al-Bukhârî meriwayatkan di dalam “Shahîh”nya dari Abû Qatâdah Al-Anshârî Radhiyallâhu ‘Anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهْوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

“Bahwasanya Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam shalat dalam keadaan menggendong Umâmah puterinya Zainab bintu Rasûlillâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan puteri Abil ‘Ash bin Rabî’ah bin ‘Abdisy Syams. Apabila beliau sujûd maka beliau meletakkannya dan apabila beliau berdiri maka beliau menggendongnya.”

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh setelah kajian Ãdâb dan Akhlâq pada hari Kamis 8 Muharram 1442 / 27 Agustus 2020 di Rumah Qur’ãn Hadîts Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/4930