BERBAUR DENGAN KAUM YANG BERAMAL TANPA ILMU

Pertanyaan:
Akan ada pemimpin-pemimpin yang berkata dan beramal tanpa ilmu, dan solusi menghadapinya.

Rasūlullāh Shallallāhu’alaihi Wasallam bersabda:

أَلَا إِنِّي أُوشِكُ أَنْ أُدْعَى فَأُجِيبَ فَيَلِيَكُمْ عُمَّالٌ مِنْ بَعْدِي، يَقُولُونَ بِمَا يَعْلَمُونَ، وَيَعْمَلُونَ بِمَا يَعْرِفُونَ، وَطَاعَةُ أُولَئِكَ طَاعَةٌ، فَيَلْبَثُونَ كَذَلِكَ دَهْرًا، ثُمَّ يَلِيَكُمْ عُمَّالٌ مِنْ بَعْدِهِمْ، يَقُولُونَ مَا لَا يَعْلَمُونَ، وَيَعْمَلُونَ مَا لَا يَعْرِفُونَ، فَمَنْ نَاصَحَهُمْ، وَوَازَرَهُمْ، وَشَدَّ عَلَى أَعْضَادِهِمْ فَأُولَئِكَ قَدْ هَلَكُوا، خَالِطُوهُمْ بِأَجْسَادِكُمْ، وَزَايِلُوهُمْ بِأَعْمَالِكُمْ، وَاشْهَدُوا عَلَى الْمُحْسِنِ بِأَنَّهُ مُحْسِنٌ، وَعَلَى الْمُسِيءِ بِأَنَّهُ مُسِيءٌ

“Ketahuilah, aku hampir dipanggil dan aku akan menjawabnya. Sehingga datang pemimpin-pemimpin setelah kalian yang berkata dan beramal dengan ilmu. Mentaati mereka merupakan ketaatan kepada Allāh. Lalu waktu berselang. Hingga sepeninggal mereka, datanglah kepada kalian pemimpin-pemimpin yang mereka berkata dan beramal tanpa ilmu. Barangsiapa yang membantunya, menjadi pendampingnya, dan kuat membelanya, mereka akan binasa dan membuat kebinasaan. Maka pergauilah pemimpin yang demikian dengan raga kalian, namun selisihilah dalam amal-amal kalian. Dan bersaksilah bahwa yang baik itu baik, serta bersaksilah bahwa yang buruk itu buruk” (HR. Ath Thabrānī dalam Al Ausath 6984, Al Baihaqī dalam Az Zuhd Al Kabīr 1/22).
Ustādz apa maksud dari pergaulilah dengan raga kalian namun selisihi dalam amal-amal kalian?.

Jawaban:
Perkataannya: “Pergaulilah dengan raga kalian” yaitu:

خالطوهم بأجسادكم أو معاشرتكم في الظاهر

“Berbaurlah kalian dengan mereka dengan diri-diri kalian atau dengan pergaulan dengan mereka secara zhāhir.” Dan perkataannya: “Selisihilah mereka dalam amal-amal kalian” yaitu:

خالفُوهم في الأعمال السيئة والقبيحة، ولا توافقوهم عليها، وكونوا متميزين عنهم بأعمالكم الصالحة، وإن كنتم تخالطونهم بأجسادكم أو معاشرتكم

“Selisihilah mereka pada amalan-amalan jelek dan buruk, dan jangan kalian menyetujui mereka pada amalan-amalan mereka itu. Jadikan keberadaan kalian sebagai pembeda terhadap mereka dengan amalan-amalan kalian yang baik, meskipun keberadaan kalian berbaur bersama mereka dengan diri-diri kalian atau dengan pergaulan dengan mereka.”
Dan bentuk perealisasian hadīts tersebut seperti yang diterangkan pada hadīts yang diriwayatkan oleh Muslim dan An-Nasā’ī bahwa Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengatakan:

أنه سيكونُ أمراءُ يؤخِّرون الصلاةَ عن وقتِها

“Bahwasanya akan ada para penguasa yang mereka mengeluarkan shalat dari waktunya.”
Melakukan shalat bukan pada waktunya, ini jelas termasuk dari salah satu perbuatan jelek dan buruk. Pada lafazh lain:

لعلَّكم سَتدرِكونَ أقوامًا يصلُّونَ الصَّلاةَ لغيرِ وقتِها، فصلّوا الصلاةَ لوقتِها ثم اجعلوا صلاتَكم معهم نافلةً

“Barangkali kalian nanti akan mendapati berbagai kaum yang mereka shalat di selain waktunya. Maka shalatlah kalian pada waktunya kemudian jadikanlah shalat kalian bersama mereka sebagai shalat sunnah.”
Pada lafazh lain:

فإن أدرَكتُموهم فصلُّوا الصَّلاةَ لوقتِها وصلُّوا معَهم واجعلوها سُبحَةً

“Apabila kalian mendapati mereka maka shalatlah kalian pada waktunya, dan shalatlah kalian bersama mereka dengan menjadikannya sebagai shalat sunnah.”
Yakni tetap berbaur dengan mereka dan ikut shalat di belakang mereka dengan niat shalat sunnah karena shalat bersama mereka bukan pada waktunya. Bentuk penyelisihan kepada mereka dan tidak menyetujui mereka adalah tetap melakukan shalat sesuai waktunya.

[Abū Ahmad Al Khidhir pada hari Rabu 7 Shafar 1448 / 22 Juli 2026 di Kp. Cipancur, Kec. Klapanunggal, Kab. Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14572
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2683