BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI KELEMAHAN, KETAKUTAN DAN KEKIKIRAN SERTA BENCANA KEHIDUPAN DAN KEMATIAN
Pertanyaan:
Mau tanya Ustādz, tentang hadīts ini shahīh apa tidak Ustâdz?.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَرْذَلِ الْعُمُرِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Yā Allāh aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kejelekan pada waktu tua dan kekikiran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan dan kematian.”
Sukran jawabannya Ustādz, Jazākumullāhu khairan.
Jawaban:
Hadīts tersebut adalah shahīh, diriwayatkan oleh Al Bukhārī dan Muslim dari Anas bin Mālik Radhiyallāhu ‘Anhu, dari Nabi Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam.
[Abū Ahmad Muhammad Al-Khidhir pada 23 Syawwāl 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi.