DERAJAT HADITS TENTANG ISLAM HANYA TINGGAL NAMA

Pertanyaan:
Ahsanallahu ilaik, Ustadz, benarkah hadits ini termasuk hadist dhaif?:

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ، مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ

“Hampir saja akan datang suatu masa di mana tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, tidak tersisa dari Al-Qur’an kecuali tulisannya, masjid-masjid mereka ramai namun kosong dari petunjuk, ulama mereka adalah seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit, dari mereka muncul fitnah dan kepada mereka fitnah itu kembali.” Jazakallahu khaira.

Jawaban:
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam “Syu’abul Iman” dan Ibnu ‘Adi di dalam “Al-Kamil” dari jalur periwayatan ‘Abdullah bin Dukain, walaupun ada dari sebagian ‘ulama menganggapnya tsiqah, hanya saja dia telah bersendirian dalam periwayatan hadits tersebut. Dan sebagian dari ‘ulama Al-Jarhi wat Ta’dil seperti Abu Hatim telah menghukumi ‘Abdullah bin Dukain sebagai munkarul hadits. Selain itu, ‘Abdullah bin Dukain meriwayatkan hadits tersebut dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya yaitu Muhammad bin ‘Ali bin Husain dari kakeknya yaitu ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, dan kakeknya ini tidak mendapati atau tidak berjumpa dengan ‘Ali bin Abi Thalib. Oleh sebab itu hadits tersebut dinyatakan oleh Al-Baihaqi dan atau selainnya sebagai hadits munqathi’ (terputus sanadnya). Syaikh Al-Albani di dalam “Adh-Dha’ifah” menyebutkan hadits tersebut: “Dha’ifun jiddan” (sangat lemah).
Dan Asy-Syaikh Ibnu Bazz pernah ditanya tentang hadits tersebut, beliau katakan:

وَفي صِحتِه نظر، وَهذا مَعناه صَحيحٌ فإن الأمُور في آخرِ الزمانِ تتَغير

“Pada keshahihannya perlu tinjauan lagi, dan hadits ini maknanya shahih, karena sungguh berbagai perkara di akhir zaman akan berubah-rubah.”
Dan yang menghukumi hadits tersebut dengan kesimpulan:

الحَدِيثُ ضَعِيفٌ، وَلَكِنَّ مَعْنَاهُ صَحِيحٌ

“Hadits tersebut dha’if, akan tetapi maknanya shahih.” Dengan membawanya ke makna hadits-hadits yang berkaitan dengan keterasingan dan fitnah di akhir zaman, dan Alhamdulillah ada suatu kitab yang berjudul “Ittihaful Jama’ah”, ditulis oleh Syaikh At-Tuwaijiri yang berisikan hadits-hadits seputar akhir zaman dan fitnahnya, beliau menuliskan suatu bab yang sesuai dengan makna hadits tersebut yaitu tentang lemahnya iman dan sedikitnya di akhir zaman, Wallahul Musta’an.

[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, pada hari Kamis (12 Dzulqa’dah 1447 / 30 April 2026) di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14006
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2147