INGIN KEMBALI HANYA UNTUK BERBAGI
Pertanyaan:
Kenapa dalam keadaan seperti (waktu gerhana) masih dianjurkan untuk bersedekah?
Jawaban:
Karena kita telah ketahui bersama tentang keutamaan bersedekah, seandainya seseorang diberi waktu untuk kembali ke dunia maka pasti dia akan bersedekah, pasti akan memilih untuk bersedekah. Orang-orang yang sudah mati menyesal, yang bersedekah dengan sedekah yang sedikit, dia menyesal, ingin memperbanyak. Yang bersedekah dengan sedekah yang banyak, ingin nambah karena ni’matnya. Yang bakhil, yang pelit, yang tidak bersedekah atau sangat jarang bersedekah akan menyesal. Orang yang ketika akan mati meminta untuk dipanjangkan umurnya walaupun hanya sesaat, dia ingin untuk kembali ke muka bumi untuk bersedekah, ingin mengamalkan perintah Allâh Subhânahu wa Ta’âla:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Berinfâqkanlah kalian dengan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata (dalam keadaan menyesali): “Wahai Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shâlih.” (Surat Al-Munafiqûn: 10).
Di saat keadaan sudah genting, sudah khawatir dan sudah takut, masih dianjurkan untuk bersedekah. Ini hikmahnya, karena keutamaan bersedekah.
Disadur dari kajian bersama Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh pada kajian ‘Umdatul Ahkâm di Pondok Pesantren / Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.