MAULÎD NABÎ TIDAK ADA DALÎLNYA
Pertanyaan:
قال الحسن البصري، قدس الله سره: وددت لو كان لي مثل جبل أحد ذهبا لانفقته على قراءة مولد الرسول
“Berkata Al-Hasan Al-Bashrî semoga Allâh merahmatinya: “Aku senang kalau seandainya aku memiliki emas semisal gunung Uhud, niscaya aku akan menafkahkannya kepada orang yang membacakan Maulîd Ar-Rasûl”. (“Kitab I’ânah Thâlibîn Syarah Fathul Mu’în) Juz. 3 hal. 415).
Bagaimana penjelasan hadîts di atas tentang masalah maulîd? Apakah hadîts di atas shahîh ataukah hadîtsnya dha’îf, mohon penjelasanya, Bâlakallâfu fîkum.
Jawaban:
Itu bukan termasuk dari hadîts Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, akan tetapi itu adalah perkataan yang disandarkan kepada Al-Hasan Al-Bashrî Rahimahullâh.
Bila kita kembali kepada rujukan kitâb yang disebutkan maka kita dapati bahwa itu hanya penisbatan kepadanya, karena kita tidak melihat sanad (rantai periwayatan) sampai kepadanya.
Sudah merupakan bagian dari ilmu hadîts adalah mengetahui shahîh tidaknya suatu hadîts atau atsar (perkataan salaf) maka meninjau kepada matan (lafadz hadîts)nya atau sanad (rantai periwatan)nya, contohnya:
Berkata Al-Imâm Ibnu Mâjah Rahimahullâh:
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ بَنَى مَسْجِدًا مِنْ مَالِهِ لِلَّهِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Telah menceritakan kepada kami Al-‘Abbâs bin ‘Utsmân Ad-Dimasqî, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Walîd bin Muslim dari Ibnu Lahî’ah, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Abul Aswad dari ‘Urwah dari ‘Alî bin Abî Thâlib, beliau berkata: Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Barang siapa yang membangun masjid dari hartanya karena Allâh maka Allâh membangunkannya untuknya suatu rumah di dalam Surga”.
Hadîts ini tidak bisa kita langsung menerimanya, akan tetapi perlu kita lihat: Apakah sanadnya shahîh ataukah tidak? Apakah matannya shahîh ataukah tidak?.
Pada sanadnya memiliki kecacatan yaitu terdapat dua orang perawi yang dha’îf yaitu Al-Walîd bin Muslim adalah mudallis dan meriwayatkan dari Syaikhnya dengan lafadz ‘an (dari) sedangkan syaikhnya yaitu Ibnu Lahî’ah dha’if, maka dari keterangan ini jelaslah bahwa hadîts tersebut dha’îf.
Akan tetapi kalau kita tinjau dari segi matan (lafadz hadîts)nya maka kita dapati bahwa itubteranggap shahîh karena ada asalnya di dalam “Ash-Shahîhain” dari hadîts ‘Utsmân bin ‘Affân Radhiyallâhu ‘Anhu bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allâh maka Allâh akan membangunkan untuknya di Jannah semisal itu”.
Dari keterangan tersebut jelaslah bahwa hadîts tersebut bisa diamalkan karena ada asalnya yang shahîh, adapun perkataan yang disandarakan kepada Al-Hasan Al-Bashrî Rahimahullâh maka itu tidak memiliki sanad (rantai periwayatan) dan pada matan (lafadz perkataan)nya tidak pula memiliki penguat atau pendukung tentang kebenarannya dari Al-Qur’ãn dan As-Sunnah Ash-Shahîhah, Wallâhu A’lam.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 18 Rajab 1433 di Dârul Hadîts Dammâj Yaman.