TINJAUAN TERHADAP HADÎTS KEUTAMAAN BEKERJA
Pertanyaan:
Ada hadîts: “Barangsiapa di waktu sore merasa capek lantaran kedua tangannya (mencari nafkah), maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Imâm Ath-Thabrânî). Ustâdz, apakah hadîts di atas shahîh? Jazâkumullâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum.
Jawaban:
Hadîts tersebut adalah hadîts yang sangat dha’îf, Ath-Thabrânî meriwayatkannya di dalam “Al-Ausath” dari jalur Ibrâhîm dari Hâsyim dari Sulaimân bin ‘Alî bin ‘Abdillâh bin ‘Abbas dari ayahnya dari kakeknya dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
ﻣَﻦْ ﺃَﻣْﺴَﻰ ﻛَﺎﻻًّ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﻳَﺪِﻩِ ﺃَﻣْﺴَﻰ ﻣَﻐْﻔُﻮْﺭًﺍ ﻟَﻪُ
“Barangsiapa yang merasakan keletihan pada sore hari, karena pekerjaan dari kedua tangannya, maka pada sore hari tersebut dia diampuni baginya (dosa-dosanya).”
Ibnu ‘Adî Rahimahullâh menyebutkan tentang perawi yang bernama Ibrâhîm adalah munkarul hadîts.
Berkata Al-Haitsamî Rahimahullâh:
ﻭَﻓِﻴْﻪِ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻟَﻢْ ﺃَﻋْﺮِﻓْﻬُﻢْ
“Pada jalur periwayatan tersebut ada sekelompok perawi yang aku tidak mengenal mereka.”
Dan Al-Ashbahânî Rahimahullâh meriwayatkan pula di dalam “At-Targhîb” dengan sanad yang dha’îf dan bahkan di antara perawinya tidak dikenal.
Dengan demikian hadîts tersebut sangatlah dha’îf. Wallâhu A’lam.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada 14 Sya’bân 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi.