INI BICARA SOAL MAKAN DAN KESEHATAN

Seharusnya, kita sadar, usia tak lagi muda. Organ-organ semakin menurun fungsinya. Cadangan enzim yang membantu kita hidup dengan baik, semakin terkuras. pH tubuh kita yg tadinya saat baru lahir dalam kondisi netral agak basa, semakin bergerak ke pH asam dengan semakin bertambahnya usia kita.
Lalu, bicara makan dan kesehatan.
Setiap saat kita butuh minum dan makan. Harusnya sadar, jika kita sudah tak bisa minum dan makan seenaknya.

Rata-rata dari kita tidak terdidik untuk memperhatikan makanan. Kita tidak mengenal bagaimana kebiasaan makan yang benar, dan apa saja makanan yang sehat dan tidak menyehatkan.
Karena itu, kita hanya fokus pada makan, hanya fokus memenuhi kebutuhan kalori, bukan nutrisi. Padahal yang sebenarnya tubuh butuhkan dari makan adalah nutrisi.
Air putih, karbohidrat, protein nabati, sayur-sayuran, buah-buahan, dan sedikit protein hewani. Lemak sehat, garam laut dan sumber mineral lainnya.

Maukah kita mengakui, jika di era modern ini, kita sudah berlebihan makan karbohidrat dan protein hewani, serta melupakan sayuran dan buah-buahan?
Kita lebih suka memanjakan lidah daripada mementingkan nutrisi. Begitu menjamurnya makanan pabrikan, kuliner olahan terigu, produk-produk susu dan segala turunannya, produk-produk olahan hewani, minuman instan, dan banyak lagi.
Sudah menyamai makanan orang-orang barat yang penuh lemak terhidrogenasi, tinggi gula, dan segala tambahan kimia sintetik.
Semua enak, menggiurkan, menggugah selera makan kita.
Sehingga kita merasa nyaman, menikmati keadaan ini.
Tak tahu lagi mana yang harusnya dikonsumsi, mana yang sebenarnya tubuh butuhkan.

Hingga makin pesatlah jumlah orang berpenyakit.
Tapi, tak sadar bahwa sakitnya akibat makanannya.
Terakumulasi dari masa muda, dari waktu ke waktu, hingga tubuh tak lagi mampu mengatasi beban yang disebabkan ulahnya.
Diperparah dengan edukasi yang kurang mengenai pola makan yang sehat lagi benar.

Tak heran jika ada pengidap kanker dan penyakit degeneratif lainnya, masih mengonsumsi susu dan protein hewani, makan masih asal-asalan, roti-kue-dan masakan-masakan lezat disantap dengan lahap, sayuran dan buah-buahan dilupakan.
Kanker, kondisi tubuh sudah sangat asam, rata-rata dengan pH di bawah 5, tapi masih dimasuki makanan minuman yang membentuk limbah asam.
Padahal seharusnya orang dengan sakit parah dan kronis, kanker semisal, menghapus protein hewani dari makanannya, menjadikan makanan utamanya dari “rawfood” sayuran mentah dan buah-buahan, serta sedikit karbohidrat dari biji-bijian dan umbi-umbian, sedikit protein nabati, serta sedikit lemak sehat.
Melupakan semua makanan-minuman dan masakan yang sekedar nikmat di mulut saja..
Sehingga, pH tubuh sedikit demi sedikit bergeser kembali ke pH netral agak basa, pH orang sehat.
Cadangan enzim tubuh melimpah kembali, menambah kualitas hidup. Tubuh kembali ke titik seimbangnya, ia akan menyembuhkan sendiri sel-selnya yang sakit.

Ditulis oleh:
Ummu Ahmad Imra’ah Al-Khidhir Hafizhahallâh wa Ra’âhâ.