SUMBER PENYAKIT DARI USUS

Kita pernah mendengar sebagian ikhwah mengeluhkan penyakit yang diderita oleh mereka, ketika kita menyarankan untuk mengubah pola makan supaya usus bisa sehat kembali, karena penyakit terkadang berakibat dari perut, jika usus yang ada di dalam perut itu sehat maka tubuh akan sehat, jika usus tidak sehat maka tubuh juga tidak akan sehat. Ternyata kita ditanggapi dengan hadîts:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka baik pula tubuh seluruhnya dan jika segumpal daging itu rusak maka rusak pula tubuh seluruhnya, ketahuilah bahwa itu adalah hati.”

Sebagian yang lain lagi menanggapi: “Yang penting sering olah raga.”

Subhânallâh, tidakkah mereka ketahui bahwa orang yang paling baik, paling sehat dan paling bersih hatinya adalah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, bukankah seorang wanita Yahûdî telah memberikan kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam suatu daging yang dibumbui racun yang mengakibatkan beliau sakit parah, sakitnya beliau bukan karena hati beliau sakit dan bukan pula kurang berolah raga namun karena usus beliau mencerna racun maka rasa sakit ke seluruh tubuh pun beliau rasakan.

Kita menyarankan untuk merubah pola makan karena kita dahulu sering sakit, bahkan yang terakhir kita merasakan rasa sakit pada bekas tahi lalat, kita pernah memiliki tahi lalat di pipi, karena terus membesar kita pun khawatir akan melebar, kemudian kita beri kapur sirih dengan sabun, Alhamdulillâh tahi lalatnya hilang, namun kemudian muncul keloid, dan beberapa bulan yang lalu sempat terasa gatal dan terasa akan pecah, hingga kita khawatirkan akan menjadi tumor ganas, sampai kita bertanya kepada beberapa dokter dari kalangan ikhwah kita.

Walhamdulillâh isteri memiliki ide dengan memberi campuran baking soda, magnesium oil dan hidrogen peroksida 3% ke keloid kita yang sedang sakit dan terasa gatal, Walhamdulillâh dengan sebab itu hilang rasa gatal dan sakitnya. Kemudian beliau menyarankan untuk selalu perhatikan pola makan. Kita pun mulai mencoba merubah pola makan, pada awalnya memang perut terasa kaget, karena setiap bangun tidur membiasakan meminum air bening, dan beberapa menit kemudian kita memakan buah-buahan atau di saat perut kosong kita membiasakan memakan buah-buahan. Ketika kita ingin makan makanan berat seperti nasi, ubi-ubian, ikan, telur, daging atau yang semisalnya maka kita membiasakan memakan bersamanya sayur-sayur mentah, Walhamdulillâh kita rasakan pada tubuh ada perubahan dan semakin membaik keadaannya, sungguh benar apa yang dikatakan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

فَلۡیَنظُرِ ٱلۡإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦۤ

“Hendaklah seseorang memperhatikan makanannya.” [Surat ‘Abasa: 24].

Dan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam memakan buah korma dan meminum air bening itu lebih sering dari pada selain keduanya, beliau memperhatikan makanannya, bahkan terkadang beliau memilih-milih makanan, ketika dihidangkan lauk yang di dalamnya ada daging dan buah labu maka beliau memilih buah labu. Dan beliau tidak pula memakan daging dhab di saat orang lain memakannya, beliau berkata:

الضَّبُّ لَسْتُ آكُلُهُ وَلاَ أُحَرِّمُه.

“Dhab, tidaklah aku memakannya dan tidak pula aku mengharamkannya.”

(Muhammad Al-Khidhir di Mutiara Gading Timur 2 Bekasi pada hari Selasa 14 Rabî’ul Awwal 1441 / 12 November 2019).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/3558
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1721