MEMPERJUANGKAN SUNANUL HUDÂ DI ZAMAN CORONA
Termasuk dari Sunanul Hudâ yang diterlantarkan oleh sebagian umat di zaman korona adalah mengumandangkan adzâan di masjid akan tetapi tidak menegakkan shalat berjamâ’ah di dalamnya, berkata ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلاَةَ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ
“Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam mengajari kami tentang Sunanul Hudâ. Di antara Sunanul Hudâ adalah shalat berjamâ’ah di masjid yang dikumandangkan adzân padanya.”
Hanyalah muslim sejati yang akan berjuang untuk selalu menjaga shalat 5 waktu secara berjamâ’ah di masjid yang dikumandangkan adzân padanya, berkata ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلاَءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ
“Barangsiapa yang rasa senangnya untuk berjumpa dengan Allâh pada hari akan datang dalam keadaan sebagai muslim maka hendaklah dia menjaga shalat 5 waktu tatkala dikumandangkan adzân untuk melaksanakannya.” Riwayat Muslim.
[ Fâidah khutbah Jum’at Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 20 Dzulhijjah 1442 / 30 Juli 2021 di Masjid Al-Kautsar Tenggilis Mustikajaya Bekasi ].