TIGA WASIAT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

السّلَامُ عَلَيكُم وَرَحمةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
إِِنَّ الْحَمْدَ للّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمْنْ يُضْلِل فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَقُولُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَيَقُولُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
وَيَقُولُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللّهُ تَعَالَى، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةْ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

Ayyuhal Muslimun Rahimakumullah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan pesan kepada kita dengan pesan taqwa dan pesan untuk mengatakan perkataan yang baik:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوۡلࣰا سَدِیدࣰا * یُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِیمًا

“Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah oleh kalian perkataan yang baik, maka Allah akan memperbaiki amalan kalian dan mengampuni doa kalian. Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia beruntung dengan keberuntungan yang besar.” [Surat Al-Ahzab: 70-71].
Senantiasa bertaqwa dan berkata dengan perkataan yang baik akan menyudahi kejelekan dan kesalahan masalah lalu, kita sekarang berada di akhir-akhir bulan Dzulhijjah, beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah. Oleh karena itu, hendaklah kita berpegang kepada tiga perkara yang di wasiatkan oleh Nabiuttaubah ‘Alaihish Shalatu was Salam kepada kita, sebagaimana yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ 

“Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, sudahilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Kita diperintah untuk selalu bertaqwa, dalam artian:

ٱلتَّقۡوَىٰ امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ

“Taqwa adalah melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.”

Ikhwatal Islam wal Iman Rahimakumullah.
Di antara bentuk perintah yang harus kita segerakan pelaksanaannya adalah menyudahi perbuatan salah dan jelek di masa lalu dengan melakukan perbuatan yang benar dan baik, yaitu kita bertaubat dari perbuatan salah dan jelek dengan bersegera melakukan amalan yang baik dan benar maka pasti akan terhapuskan kesalahan dan kejelekan yang pernah kita lakukan, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

 التَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

“Orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak memiliki dosa.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Bersegera menyudahi kesalahan dan kejelekan lalu bergegas melakukan kebaikan dan kebenaran maka orang yang melalukannya akan meraih kebahagian sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Imam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih di dalam “Al-Qawa’idul Arba'” dan ‘ulama selainnya juga telah menyebutkannya:

وإذا أذنب استغفر

“Jika berbuat dosa maka beristighfar.”
Itulah di antara alamat kebahagian hakiki, semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang bahagia di dunia dan di akhirat.
Kemudian wasiat yang Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam wasiatkan adalah mempergauli manusia dengan pergaulan yang baik, yaitu berakhlak dengan akhlak mulia yang beliau contohkan. Beliau sangat bagus akhlaknya, beliau mempergauli manusia dengan pergaulan yang baik, tidak hanya dengan orang-orang Muslim namun non Muslim juga beliau pergauli dengan pergaulan yang baik dan dengan akhlak yang mulia, selama orang-orang yang non Muslim beradab dan tidak berbuat sesuka mereka, selama mereka tidak melakukan permusuhan maka beliau perlakukan dengan baik, sebagaimana yang beliau contohkan saat mereka di Madinah. Tidak hanya non Muslim dari kalangan yahudi, bahkan dari kalangan orang-orang musyrik sekalipun tatkala datang menemui beliau maka beliau perlakukan sebagaimana mestinya, saat pembesar Quraisy datang menemui beliau, bersamaan dengan itu datang pula seorang Shahabat beliau yang buta ‘Abdullah bin Ummi Maktum Radhiyallahu ‘Anhu, beliau ingin perlakukan para pemuka Quraisy itu sebagaimana mestinya, namun di sisi lain beliau bermuka masam terhadap Shahabatnya maka Allah menurunkan surat ‘Abasa. Demikian pula di saat wanita musyrikah yaitu Ummu Asma’ datang untuk bertemu puterinya Asma’ Radhiyallahu ‘Anha maka Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam memerintahkan Asma’ untuk menyambung silaturrahimnya. Ini kebagusan akhlak yang disunnahkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tidak heran dengan kebagusan akhlaknya terhadap orang lain, maka dari itu ada seorang anak yahudi dengan suka rela menjadi pelayan beliau, dan ini tidak mungkin akan terjadi melainkan hanya kepada orang yang bagus dalam pergaulan dengan orang lain. Berkata Al-Bukhari Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih:

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ- وَهْوَ ابْنُ زَيْدٍ- عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ: أَسْلِمْ. فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهْوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهْوَ يَقُولُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ

“Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad yakni Ibnu Zaid dari Tsabit dari Anas semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Dahulu ada seorang anak remaja yahudi yang melayani Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu sakit, maka beliau mendatanginya untuk menjenguknya. Kemudian beliau duduk di samping kepalanya lalu berkata kepadanya: “Masuk Islamlah”, diapun melihat ke ayahnya yang ada di sampingnya, maka ayahnya berkata kepadanya: “Taati Abul Qasim Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”. Diapun masuk Islam, lalu Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam keluar sambil berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang berbekal dengan bekal taqwa, bergegas bertaubat dan berhias dengan akhlak yang mulia.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

بِسمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن
أَمّا بَعدُ

Telah kita sebutkan tadi bahwa Nabiurrahmah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat bagus akhlaknya dalam bergaul dengan manusia, kebagusan akhlak merupakan tanda kesempurnaan iman, At-Tirmidzi meriwayatkan di dalam “Sunan”nya suatu hadits yang beliau nyatakan hasan shahih dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu wa Radhiyallahu ‘Anna bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa

Sallam berkata:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang-orang beriman yang paling sempurna keimanan mereka adalah yang paling bagusnya akhlak mereka.”
Semoga Allah menjadikan kita benar-benar sebagai orang-orang beriman, dan semoga Allah menghiasi kita dengan akhlak yang mulia dan membekali kita dengan bekal taqwa serta tidak mewafatkan kita kecuali dalam keadaan sebagai orang-orang Muslim.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَ ٰ⁠نِنَا ٱلَّذِینَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِی قُلُوبِنَا غِلࣰّا لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَاۤ إِنَّكَ رَءُوفࣱ رَّحِیمٌ
رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
اللهم اجعلنا من أهل السعادة في الدنيا والآخرة
اللهمَّ اجعلْني من التوابينَ واجعلْني من المتطهرين
رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبَحَمْدكَ أشْهدُ أنْ لا إلهَ إلا أنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

Khutbah Jum’at Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu pada tanggal 28 Dzulhijah 1445H / 5 Juli 2024 di Masjid Al-Hidayah Green Pramuka Jakarta Pusat.

⛵️ https://t.me/kumpulankhutbahalkhidhir/321