MENYESAL KARENA KURANG DALAM BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Kemarin berkumpul remaja-remaja ditemani oleh orang tua mereka di rumah pembimbing mereka, dari sekian banyak remaja hanya satu orang yang sangat dikagumi oleh orang-orang yang hadir, karena dia berbakti kepada ibunya, setelah ayahnya wafat dia menjadi tulang punggung keluarga, dia setiap hari bekerja keras supaya menafkahi ibu dan saudara-saudarinya. Melihat banyaknya pujian dan rasa kagum yang diperdengarkan kepadanya, membuat Al Ustādz Abū Ahmad Al Khidhir bergegas memberikan nasehat kepadanya, Ustādz mengatakan di dalam nasehatnya:
“Māsyā Allāh betapa banyak pujian dan rasa kagum orang-orang kepadamu. Oleh karena itu, jangan sampai syaithān memperdayamu, jangan sampai syaithān membisikkan kepadamu bahwa kamu telah banyak berbuat baik kepada ibumu beda dengan umumnya manusia, jangan sampai syaithan mengatakan sudah cukup baktimu, sudah cukup pengorbananmu dalam membalas ibumu. Ingatlah wahai saudaraku, walaupun kamu bekerja siang malam lalu kamu berikan semua hasilnya kepada ibumu maka sekali-kali itu tidak akan pernah bisa membalas kebaikan ibumu. Al Imām Al Bukhārī meriwayatkan suatu atsar di dalam kitābnya Al Adabul Mufrad tentang seseorang yang mengira bahwa dia telah membalas ibunya dengan baktinya maka ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallâhu ‘Anhumâ berkata kepadanya:
ﻻَ، ﻭَﻻَ ﺑِﺰَﻓْﺮَﺓٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ
“Belum terbalas, walaupun terhadap satu tarikan nafas saat dia melahirkan.”
Kita dulu masih kecil seusia anak ini (Ustādz menunjuk seorang anak kecil di sampingnya) kita sudah berbakti ke orang tua, kita dekat dengan orang tua, ikut membantu bekerja keras, sementara anak-anak seusia kita masih sibuk main, mereka belum tahu yang namanya berbakti dan bekerja bersama orang tua, kita lakukan sampai usia kita seperti usiamu. Saat orang tua wafat kita menyesal karena tidak bisa maksimal dalam berbakti. Maka manfaatkanlah kesempatanmu karena masih memiliki ibu dan masih bisa berbakti kepadanya. Semoga Allāh mengampuni dan memaafkan kita atas kekurangan kita dalam berbakti kepada orang tua kita.”
Diambil nasehat Ustādz pada hari Sabtu, 3 Shafar 1448 / 18 Juli 2026 di Kp. Cimanglid, Kec. Tamansari, Kab. Bogor.
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14544
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/9223372036854675816