SEMOGA RAHMAT ALLÂH UNTUK KITA DAN UNTUK BELIAU
Dengan adanya berita yang disampaikan ke kami bahwa telah dilihat di suatu status di media sosial mengabarkan atas berita wafatnya Akhunâ Abû Amîn Al-Ambonî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih maka kami sekeluarga dan semajlis ikut berduka serta sedih atas wafatnya beliau. Sungguh beliau sekeluarga telah banyak menolong dan membantu dakwah Ahlissunnah wal Jamâ’ah ini, berawal dari adanya jihâd Ahlussunnah wal Jamâ’ah di Ambon hingga hari sebelum wafatnya, beliau sekeluarga telah memberi manfaat yang banyak secara umumnya kepada dakwah Ahlussunnah wal Jamâ’ah dan secara khususnya kami pribadi telah memperoleh banyak manfaat dari beliau sekeluarga Jazâhumullâhu khairan katsîrâ.
Kami yang bertempat tinggal yang jauh dari tempat beliau wafat hanya dapat mengucapkan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Sesungguhnya kita adalah milik Allâh dan kepada-Nya kita akan kembali. Yâ Allâh berilah pahala kepadaku atas mushîbahku dan berilah ganti dengan yang lebih baik darinya.”
Dan kami turut mendoakan beliau:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ
“Yâ Allâh berilah ampunan kepadanya dan rahmatilah beliau.”
Sesungguhnya Akhunâ Abû Amîn Al-Ambonî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih beberapa tahun sebelum beliau wafat mengalami berbagai cobaan dan beliau mendapatkan beberapa mushîbah, terakhir beliau menelpon kami di saat beliau sakit dalam keadaan tidak bisa berdiri. Cukuplah cobaan dan mushîbah yang beliau alami itu sebagai alamat kebaikan pada beliau, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَیۡءࣲ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصࣲ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَ ٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَ ٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِینَ ٱلَّذِینَ إِذَاۤ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِیبَةࣱ قَالُوۤا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰجِعُونَ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ عَلَیۡهِمۡ صَلَوَ ٰتࣱ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةࣱۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musîbah maka mereka mengucapkan: “Sesungguhnya kita adalah milik Allâh dan kepada-Nya kita akan kembali” Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Surat Al-Baqarah: 155-157].
Berkata Al-Bukhârî Rahimahullâh:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
“Telah menceritakan kepada kami Abul Yamân Al-Hakam bin Nâfi’, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az-Zuhrî, beliau berkata: Telah mengabarkan kepadaku ‘Urwah Ibnuz Zubair bahwasanya ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ isteri Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata: Berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: “Tidaklah suatu mushîbah menimpa seorang muslim kecuali Allâh menghapus dengannya dosa-dosanya meskipun (hanya mushîbah berupa) duri yang menusuknya.”
Dan pada riwayat Al-Bukhârî pula dari Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barangsiapa yang Allâh inginkan kebaikan kepadanya maka Allâh akan memberinya mushîbah.”
Disampaikan oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Selasa 2 Rabî’ul Ãkhir 1442 / 17 November 2020 di Dârul Qur’ãn wal Hadîts Bekasi.