Pertanyaan:Mau nanya, di kampung saya masjid masih ditegakkan shalat berjamâ’ah, namun shaffnya renggang, sementara sebagian Ustâdz mengatakan kalau kondisi demikian lebih afdhal shalat di rumah, menurut syar’înya bagaimana Ustâdz? Jazâkumullâhu khairan atas jawabannya. Jawaban:Dijadikan shaff renggang pada shalat berjamâ’ah merupakan perkara yang telah kami ingkari, pernah kami ke suatu masjid untuk shalat lalu kami dipersilahkan untuk mengimami, ternyata ada dari …
Pertanyaan:Ustâdz izin bertanya, apakah dibenarkan membuka masjid hanya untuk menerima orang zakat namun tidak menerima orang shalat? Jawaban:Alhamdulillâh ‘alâ kulli hâl, ini salah satu yang kita khawatirkan dari sebelumnya, kita hanya bisa mendoakan mudah-mudahan umat lekas sadar, semoga Allâh memberikan hidayah kepada kita dan kepada umat.Sungguh kita telah nasehatkan dari sebelumnya bahwa virus corona ini tidak sama dengan wabah thâ’ûn, …
Pertanyaan:Teman saya lagi i’tikaf, buat buka puasa, dia titip ke saya untuk beli telur, nanti saya akan serahkan telurnya ke dia di masjid, lalu dia bayar ke saya.Apakah transaksi ini termasuk transaksi di dalam masjid yang dilarang? Mohon dijelaskan juga hukumnya pesan makanan di Go food atau beli ke teman yang jualan di status WA bagi orang yang i’tikaf? Jawaban:Yang …
Pertanyaan:Paling utamanya amalan yang akan kuamalkan dalam mencari Lailatul Qadar apa Ustâdz? Jawaban:Amalan yang paling utama yang hendak dilakukan oleh seseorang untuk mencari Lailatul Qadr adalah shalat tarâwih dengan cara memanjangkannya, karena Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa menegakkan shalat pada saat Lailatul Qadr dalam keadaan beriman …
📝 Pertanyaan:Bolehkan kita menolak zakat yang diberikan kepada kita? Jika kita merasa masih mampu? 📜 Jawaban:Boleh bagi kita untuk menolak zakat, dan yang lebih baiknya adalah kita menerimanya lalu kita berikan kepada orang lain yang lebih berhak menerimanya, Insyâ Allâh ini lebih menyenangkan hati orang yang mengeluarkan zakat tersebut, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam ketika didatangi oleh Salmân Al-Fârisî Radhiyallâhu …
Pertanyaan:Izin bertanya tentang sikap yang benar terhadap fâidah dari orang majhûl itu bagaimana? Jawaban:Orang yang berani memajhûlkan dirinya karena memang dia mengerti tentang keadaan dirinya tidak memiliki kadar, tidak memiliki kapasitas dan juga dia berada pada keragu-raguan, oleh karena itu orang majhûl harus ditinggalkan, demikian pula ditinggalkan fâidah yang dia sampaikan. Kita telah memperoleh bimbingan dari hadîts: دَعْ مَا يُرِيْبُكَ …
Pertanyaan:‘Afwân yâ Ustâdz ada yang titip pertanyaan, adakah hadîts shahîh perihal membaca surah Al-Qadr pada shalat tarâwih di 10 Ramadhân terakhir dengan membacanya pada setiap raka’at kedua? Jawaban:Tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya merutinkan membaca surat Al-Qadr pada shalat tarâwih di 10 malam terakhir bulan Ramadhân, tidak pula ada riwayat menyebutkan …
Pertanyaan:Untuk wanita haid di 10 malam terakhir di bulan Ramadhân, apa masih ada kesempatan buat mengejar Lailatul Qadr, karena dia tidak bisa shalat dan tidak baca Al-Qur’ãn? Jawaban:Wanita yang mengharapkan kebaikan dan keutamaan dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ pasti akan sedih bila datang haidnya di waktu yang memiliki keutamaan seperti pada waktu Lailatul Qadr, karena dia tidak leluasa ber’ibâdah sebagaimana …
PENDAHULUAN بِسمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِالحَمْدُ لِلّٰهِ، أَحْمَدُهُ، وَأَسْتَعِيْنُهُ، وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ Pembahasan ini kami beri judul “Onani tidak Membatalkan Puasa Akan Tetapi Orang yang Melakukannya Berdosa.” Pada asalnya pembahasan ini hanya berkaitan dengan pertanyaan tentang onani, apakah termasuk sebagai pembatal-pembatal puasa ataukah tidak? Dan jawabannya …
Pertanyaan:Apakah Lailatul Qadr itu sejak maghrib hingga shubuh? Kalau misal kita hanya shalat maghrib dan ‘isyâ di waktu itu, apakah kita sudah dapat Lailatul Qadr? Jawaban:Lailatul Qadr permulaannya dari masuk maghrib yang ditandai dengan tenggelamnya matahari dan berakhirnya ketika masuk waktu shubuh yang ditandai dengan terbitnya fajar, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: سَلَـٰمٌ هِیَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ “Lailatul Qadr adalah …