BELAJAR DARI RIWAYAT HIDUP YUSUF BIN YA’QUB BIN ISHAQ BIN IBRAHIM ‘ALAIHIMUSH SHALATU WAS SALAM
Yusuf ‘Alaihish Shalatu was Salam sejak kecil sudah diperlihatkan kecerahan masa depannya, beliau katakan:
إِنِّی رَأَیۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبࣰا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَیۡتُهُمۡ لِی سَـٰجِدِینَ
“Sungguh aku telah melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.” [Surat Yusuf: 4].
Untuk sampai pada masa depan yang cerah itu, menjadi keharusan baginya untuk melalui waktu yang panjang dan melewati berbagai kesusahan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sepuluh orang saudaranya menjadi ancaman berat baginya, rencana membunuh hingga sampai membuangnya. Itulah jalur riwayat hidupnya yang menjadi sebab untuk bisa sampai ke istana, beliau melewati jalan penjualan dirinya. Setelah sampai di istana hingga tumbuh menjadi remaja, datanglah tantangan baru yang lebih berat lagi dari sebelumnya yaitu fitnah dari dalam istana hingga beliau dimasukkan ke dalam penjara dalam waktu yang sangat lama. Setelah beliau keluar dari penjara lalu mencapai kehidupannya yang cerah itu, beliau pun katakan:
قَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّهُۥ مَن یَتَّقِ وَیَصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
“Sungguh Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” [Surat Yusuf: 90].
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].