FITNAH DARI SEORANG AHLUL BAIT

Pertanyaan:
Ustadz Abu Ahmad semoga Allah menjaga kalian. Di khutbah Jum’at yang lalu Ustadz bawakan hadits: “….Kemudian fitnah sarra’ (kesenangan), yang asapnya berada di bawah kaki seseorang dari ahli baitku; ia mengaku bagian dariku padahal bukan dariku. Karena sesungguhnya orang-orang yang aku kasihi hanyalah orang-orang yang bertakwa.”
Maksud fitnah sarra’ yang asapnya berada di bawah kaki keluarga beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di hadits tersebut apa Ustadz? Dan apakah hadits tersebut ada hubungannya dengan kelompok syi’ah yang memfasikan bahkan mengkafirkan Al-Hasan Radhiyallahu ‘Anhu? Padahal kelompok mereka seolah-olah terlihat membela Islam bahkan berperang atas nama kelompoknya melawan penghina Islam seperti tentara Israil, tetapi di sisi lain mereka menghina salah satu keturunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, padahal ada sebuah artikel yang saya baca dari Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed semoga Allah menjaganya; di riwayat meninggalnya cucu beliau semuanya syahid, yang satu meninggal karena diracun, yang satu dipenggal kepalanya?.

Jawaban:
Perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي

“Kemudian fitnah sarra’, asapnya muncul dari bawah kaki seseorang dari anak keturunanku.”
Yaitu:

فتنة تظهر في قالب النعمة والرخاء، لكن شرها خفي وكامن مثل الدخان الذي يخرج من تحت القدم

“Fitnah yang nampak dalam kedok kenikmatan dan keluasan, akan tetapi keburukannya terselubung dan tersembunyi seperti asap yang keluar dari kaki.”
Dan orang yang membawa fitnah tersebut telah jelas keadaan dan tujuannya, yaitu:

رجل من أهل بيت النبي صَلى الله عليه وسلم يدعي أنه منهم ويطلب الولاية بحق النسب

“Seseorang dari keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dia mengaku bahwa dia dari kalangan keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dia menuntut tahta kekuasaan melalui jalur nasab.”
Dan disebutkan oleh ‘ulama tentang maksud dari hadits tersebut:

قد يكون من خرج من آل البيت ادعى الحق في الخلافة ولم يكن أهلاً لها

“Terkadang ada orang yang terlahir dari keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mengaku berhak atas kekhalifahan dalam keadaan dia bukan ahlinya.”
Dan kita tidak mengetahui kalau hadits tersebut memiliki keterkaitan atau hubungan dengan syi’ah yang memusuhi Al-Hasan cucu Nabi ‘Alaihimash Shalatu was Salam, Wallahu A’lam.

[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu (Rabu 24 Dzulhijjah 1447) di Jonggol].

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/14183
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2300