HAMBA-HAMBA TERBAIK YANG DIPERSIAPKAN

Pertanyaan:
Kenapa ya banyak negara dan kota besar sudah parah bangat kemungkarannya yang bermacam-macam seperti syirik kubur dan syirik dustur yang melindungi LGBT dan mengesahkannya, memelihara para koruptor dan memusuhi pegiat syari’at Islam. Tapi tak kunjung dapat azab?.

Jawaban:
Allah ‘Azza wa Jalla tidak segera membinasakan suatu negeri yang padahal berbagai kemungkaran, kesyirikan dan kekafiran ada di dalamnya sedangkan hujjah telah ditegakkan pula, bisa jadi karena sedang ada atau akan ada generasi baru yang dipersiapkan untuk melakukan perbaikan. Dahulu di Makkah pernah ada berbagai keburukan dan kemungkaran sebagaimana disebutkan kepada Raja Habasyah Ashhamah oleh Ja’far bin Abi Thalib shahabat dan sepupu Nabi ‘Alaihimush Shalatu was Salam:

أيُّها الملكُ، كُنَّا قومًا أهلَ جاهليَّةٍ؛ نعبدُ الأصنامَ، ونأكلُ المَيتةَ، ونأتي الفواحشَ، ونقطعُ الأرحامَ، ونُسِئُ الجِوارَ، ويأكلُ مِنَّا القويُّ الضَّعيفَ

“Wahai Raja, keberadaan kami dahulu adalah kaum penganut agama jahiliyyah, kami menyembah patung-patung, kami memakan bangkai, kami melakukan perbuatan-perbuatan keji, kami memutus silaturrahim, kami mengganggu tetangga dan orang kuat dari kami memakan jerih payah orang lemah.”
Demikianlah keadaan penduduk Makkah sebelum kemunculan Nabiul Malhamah ‘Alaihish Shalatu was Salam, namun ketika kaum Nashara yang dipimpin oleh Gubernur Shan’a Abraham bersama pasukan bergajahnya datang untuk menaklukkan Makkah dan ingin menghancurkan Ka’bah, ternyata Allah hanya menghancurkan Abraham berikut pasukan bergajahnya dan Allah membiarkan orang-orang musyrik Makkah, hikmahnya ternyata Allah sedang mempersiapkan generasi terbaik dan unggul yang paling bersih lagi suci hati mereka yaitu generasi dari Quraisy dan yang bersama mereka, berkata ‘Abdullah bin Mas’ud semoga Allah meridhainya:

إنَّ اللهَ نظَرَ في قلوبِ العِبادِ؛ فوجَدَ قلبَ محمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خيرَ قلوبِ العِبادِ، فاصطَفاه لنفْسِه، فابْتعَثَه برِسالتِه، ثُمَّ نظَرَ في قلوبِ العِبادِ بعدَ قلبِ محمَّدٍ؛ فوجَدَ قلوبَ أصحابِه خيرَ قلوبِ العِبادِ، فجعَلَهم وُزَراءَ نبيِّه، يُقاتِلونَ على دينِه

“Sungguh Allah melihat kepada hati para hamba lalu Dia mendapati hati Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebaik-baik hati dari para hamba-Nya, Dia pun memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya dengan membawa risalah-Nya. Kemudian Dia melihat kepada hati para hamba setelah hati Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan Dia mendapati hati para sahabatnya sebaik-baik hati dari para hamba-Nya, lalu Dia menjadikan mereka sebagai pembantu-pembantu Nabi-Nya, mereka berperang di atas agama-Nya.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/12993
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1315