HANYA ORANG BAIK YANG MEMERLUKAN KAJIAN

Pertanyaan:
Ustadz Khaidir, goresan pena Ana mau bertanya na’am, kitab-kitab apa yang harus kami pelajari terlebih dahulu untuk para pemula thullabul ‘ilmi?. Karena di tempat kami susah ada kajian ilmiah, lantas itulah kami mau bertanya apa hukumnya mengambil ilmu dari Youtube, radio, karena tidak ada tempat kajian Ahlus Sunnah di tempat kami, yang banyak di sana ahlul bid’ah dan ahlul hawa, hizbiyyun adh-dhalal, maka kami mengambil fawaid dari vidio Ahlus Sunnah dan membaca buku-buku karya para ulama Salaf na’am?. Apakah itu diperbolehkan oleh Syar’i, na’am?.
Jawaban:
Kitab untuk pemula adalah Kitabullah Al Qur’an, terlebih lagi yang di daerah tidak ada kajian ofline, baca Al Qur’an dan terjemahan yang ada di mushhafnya, Alhamdulillah sudah ada juga terjemahan tafsirnya, tafsir Ibni Katsir yang ringkas maupun yang lengkapnya sudah ada. Baca dan pahami, jika sulit pahami hubungi orang ‘alim, tanyakan kepadanya apa maksud dan makna serta kandungannya?. Ini dulu yang diamalkan oleh sebagian aba’ dan ummahat, kita sempat terharu saat sampai di suatu pedalaman yang tidak ada seorang da’i, tapi Masya Allah ada beberapa orang mengamalkan Islam dan Sunnah, kita tanya tahu dari mana ini?. Mereka bilang tahu dari seorang Ustadz dulu dakwah di sini beberapa bulan, setelah itu pergi dan kami hanya baca-baca sendiri buku-buku terjemahan dan kami amalkan. Saat itu belum tersebar dakwah online, tapi mereka masya Allah bisa beramal sesuai yang mereka ketahui dari buku terjemahan, karena sudah menjadi hujjah bagi mereka. Juga dulu kita dapati di daerah asal kita, ada dari aba dan ummahat, yang nampakkan Sunnah, sampai ada dari ummahat yang cadaran, kita mengira alumni pesantren, kita tanya, jawaban dari keluarganya: Itu terpengaruh dengan dakwah Al Ustadz Abul ‘Abbas Harmin Rahmatullahi ‘Alaina wa ‘Alaih. Kita tanya bagaimana bisa?. Mereka jawab: “Biasa Ustadz datang ke mereka bertamu, beliau nasehati dan ceramahi. Dan Ustadz banyak juga mengisi khutbah Jum’at, jadi banyak yang tertarik Walhamdulillah hingga pada mengikuti seperti itu, Masya Allah. Dan ternyata tidak hanya di Timur atau di sebagian pedalaman, namun di kota besar semisal Jabodetabek ini pun banyak yang membudayakan baca dan ikuti kajian online, bukan tidak adanya taklim ofline namun mereka sempatnya hanya bisa online, sebagian ummahat karena melaksanakan kewajiban berupa menunaikan hak-hak suami dan mengurusi rumah dan anak-anak, mereka sangat sibuk hingga tidak sempat ikuti kajian ofline, tapi Masya Allah mereka bisa sempatkan ikuti kajian online. Sudah banyak dari keluarga ummahat bercerita ke kita bahwa ummahat itu biasa ikuti kajian online baik yang di channel telegram atau pun di situs internet dan grup.
Masya Allah sarana sudah lebih dari cukup, maka tidak ada alasan lagi bagi yang jahl (merasa bodoh) atau dianggap jahl (bodoh), hampir setiap rumah sekarang ada HP Android, kalau pun tidak, ada yang punya radio. Dan kita rasa tidak ada lagi suatu daerah pun melainkan sudah tersentuh dakwah, baik langsung terjun da’i atau pun tidak langsung yaitu melalui media yang ada. Maka kita nasehatkan, jika ada linknya dan diketahui yang menyampaikan dakwah itu nampak di atas Sunnah maka ambillah dan ikutilah linknya. Jika kemudian mendapati ada kejanggalan atau membikin ragu misalnya maka tanyakan kepada ‘alim terpercaya yang bisa dihubungi, karena demikianlah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala:
فَسۡـَٔلُوۤا۟ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
“Maka bertanyalah kalian kepada orang-orang yang mengetahui jika keberadaan kalian tidak mengetahui.” [Surat An-Nahl: 43].
Dan disebutkan dalam suatu riwayat:
إنَّما شفاءُ العيِّ السُّؤالُ
“Sesungguhnya obat ketidaktahuan adalah bertanya.”
Adapun di daerah-daerah yang tidak memiliki kajian ofline maka hendaklah mengupayakan untuk diadakan dengan cara berta’awun sesama ikhwah, mungkin dalam setahun dua kali atau sekali jika itu disanggupi, jika tidak mungkin maka manfaatkanlah sebaik mungkin sarana-sarana yang ada. Kita kadang berandai-andai, seandainya kita berkeluasan seperti di masa bujang dulu, mungkin kita akan datangi daerah-daerah yang bisa kita jangkau, sebagaimana dahulu kita ke beberapa kampung di sekitar Limboro di Seram Bagian Barat, saat kita singgah di kampung Talaga tepatnya pada hari Jum’at, Masya Allah ada orang tua teman sekolah menyambut kedatangan kita lalu meminta kita untuk khutbah Jum’at, Masya Allah luar biasa para jama’ah benar-benar menyambut dan senang. Kita juga sempat beberapa bulan ke Seram Bagian Timur di Kecamatan Werinama, bahkan kita pernah keluar ke Pontianak, terus ke Kabupaten Sekadau lalu ke kecamatan Sungai Ayak, itu di saat ikhwah sana meminta kita tapi mereka katakan bahwa mereka tidak memiliki kesanggupan untuk transportasi dari Ambon ke Pontianak, Alhamdulillah kita sanggupi sendiri, kita pun kesana. Dan setiap tempat yang kita pernah singgahi mesti ada yang mengutarakan bahwa mereka ingin ada orang seperti kita.
وَصَلَّى اللّْهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى إِخْوَانِهِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ
[Muhammad Al Khidhir pada malam Selasa, 21 Muharram 1448 / 6 Juli 2026 di Bogor].
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/14409
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2527