MENATA WAKTU DALAM MENUTUT ILMU

Pertanyaan:
‘Afwân Ustâdzî, ana mau bertanya, tatkala di Yaman dulu, berapa jamkah Ustâdz menghabiskan waktu untuk membaca kitâb perharinya?

Jawaban:
Kalau dulu waktu kita membaca kitâb dalam keadaan bersendirian, tidak lebih dari sejam dalam sehari semalam, biasanya kita membaca kitâb setelah makan siang atau setelah makan malam. Kita hanya menyempatkan waktu seperti itu karena kita memiliki jadwal untuk membacakan kitâb ke yang lain atau juga kita dibacakan kitâb oleh mustafid dari kawan kita orang Yaman. Dan juga karena kita ada pelajaran khusus dan pelajaran umum yang kita ikuti. Pelajaran khusus kita batasi dalam sehari yang kita ikuti tidak lebih dari tiga kitâb, karena pada pelajaran umum yang dipejari ada enam kitâb, setelah zhuhur dua kitâb yang dibaca selang seling yaitu Tafsîr Ibni Katsîr dan Al-Jâmi’ush Shahîh mimmâ Laisâ Fish Shahîhain, setelah ashar satu kitâb yang dibaca yaitu Shahîhul Bukhârî dan setelah maghrib tiga kitâb yang dibaca yaitu Shahîhu Muslim, As-Sunan Ash-Shughrah dan Iqtidhâ Ash-Shirâtil Mustaqîm.

[ Muhammad Al-Khidhir Al-Andûnîsî ].