MOTIVASI UNTUK MENGKHATAMKAN AL QUR’AN PADA BULAN RAMADHAN
Pertanyaan:
‘Afwan Ustadz ana mau bertanya Ustadz, di bulan yang mulia ini kita dianjurkan memperbnyak baca Al Qur’an, bahkan sebagian para Shahabat mengkhatamkan Al Qur’an dalam jangka waktu tiga hari atau nominal yang lainnya. Pertanyaannya Ustadz, apakah di bulan yang mulia ini kita dianjurkan untuk mengkhatamkan Al Qur’an dengan jumlah dan waktu tertentu atau kita hanya di anjurkan memperbanyak tilawatil Qu’ran saja Ustadz?. Seperti seseorang yang fokus memuraja’ah hafalannya atau menambahnya, jadi dia tidak ada target menyelesaikan Al Qur’an, akan tetapi dia sering membaca Al Qur’an dalam rangka muraja’ah atau menambah hafalan saja Ustadz. Mohon jawabannya Ustadz Jazakallahu khairan.
Jawaban:
Termasuk yang paling utama dari sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada bulan Ramadhan adalah menargetkan untuk mengkhatamkan Al Qur’an, minimal mengkhatamkannya adalah sekali dalam sebulan di Ramadhan, Al Bukhari meriwayatkan di dalam “Shahih”nya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, beliau berkata:
كَانَ يَعْرِضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ
“Dahulu Jibril memperdengarkan bacaan Al Qur`an kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sekali pada setiap tahunnya. Lalu pada tahun yang beliau wafat padanya, Jibril melakukannya dua kali.”
Ini menunjukkan bahwa beliau banyak membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya,
dan sebagian Shahabat dahulu sangat giat dalam mengkhatamkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan, di antara mereka adalah Amirul Mu’minin ‘Utsman bin ‘Affan, sebagaimana yang disebutkan pula oleh An Nawawi dan beliau katakan:
فمن المتقدمين عثمان بن عفان وتميم الداري وسعيد بن جبير كان له خَتمَة في كل ركعة في الكعبة
“Di antara dari kalangan para pendahulu adalah ‘Utsman bin ‘Affan, Tamim Ad Dari dan Said bin Jubair mengkhatamkan dalam satu raka’at di Ka’bah.”
Ternyata ini diamalkan pula oleh ulama Salaf, di antara mereka Az Zuhri, beliau berkata di saat masuk bulan Ramadhan:
إنما هو قراءة القرآن وإطعام الطعام
“Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah pembacaan Al Qur’an dan memberi makan.”
Disebutkan di dalam “Siyaru A’lamin Nubala'”:
وكان قتادة يختم في كل سبع دائمًا، وفي رمضان في كل ثلاث، وفي العشر الأواخر كل ليلة
“Dahulu Qatadah senantiasa mengkhatamkan Al Qur’an dalam setiap tujuh hari, pada bulan Ramadhan mengkhatamkan dalam setiap tiga hari dan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan mengkhatamkan dalam setiap malam.”
Dan Ar Rabi’ bin Sulaiman berkata:
كان الشافعي يختم القرآن في شهر رمضان ستين ختمة، يقرأها في غير الصلاة
“Dahulu Asy Syafi’i mengkhatamkan Al Qur’an dalam bulan Ramadhan enam puluh kali, beliau membacanya di luar shalat.”
Mungkin orang akan meragukan, namun ini benar adanya, karena orang kalau sudah hafal Al Qur’an maka dia akan lancar membacanya, dalam enam jam dia baca maka dia dapat mengkhatamkannya.
Dan disebutkan pula tentang Abu Hanifah:
يختم القرآن في كل يوم وليلة مرة، وفي رمضان في كل يوم مرتين، مرة في النهار ومرة في الليل
“Beliau mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap hari dan setiap malam sekali, di bulan Ramadhan pada setiap hari dua kali yaitu sekali di siang hari dan sekali di malam hari.”
Ternyata disebutkan pula tentang Al Bukhari:
يختم في رمضان في النهار كل يوم ختمة، ويقوم بعد التراويح كل ثلاث ليال بختمة
“Beliau mengkhatamkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan di siang hari pada setiap hari mengkhatamkannya, dan beliau membaca Al Qur’an setelah shalat tarawih setiap tiga malam mengkhatamkannya.”
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu]
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1854
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/13615