PADA SAATNYA KEBENARAN AKAN TERSAMPAIKAN JUGA

Kebenaran itu memang harus disampaikan, tidak harus seketika untuk disampaikan namun terkadang melihat waktu yang sesuai. Pada kebenaran yang dinyatakan oleh Al-Ustadz Abu Mas’ud Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih juga tersampaikan, karena apa yang beliau katakan hingga tersampaikan ke kita itu bukan khabar ahad lagi tapi sudah mutawatir. Dan mereka yang menyampaikan ke kita karena memang mereka menginginkan kebenaran dan kebaikan, dahulu Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhu saat akan ditinggal wafat oleh gurunya usquf yang kedua, maka beliau bertanya kepadanya:

يا فلان، إني كنت معك، وأحببتك حبا لم أحبه أحدا من قبلك، وقد حضرك ما ترى من أمر الله، فإلى من توصي بي؟ وما تأمرني؟

“Wahai Fulan, aku telah bersamamu, aku benar-benar mencintaimu dengan kecintaan sebenarnya yang belum aku mencintai seorang pun sebelummu. Dan sungguh telah datang kepadamu keputusan Allah yang telah engkau saksikan (berupa kematian). Maka kepada siapakah engkau berpesan bagiku? Dan apa yang engkau perintahkan kepadaku?”.
Beliau pun menjawab:

أي بني، والله ما أعلم أحدا اليوم على ما كنت عليه، لقد هلك الناس وبدلوا، وتركوا أكثر ما كانوا عليه إلا رجلا بالموصل وهو فلان، فهو على ما كنت عليه فالحق به

”Wahai anak didikku, demi Allah, aku tidak mengetahui seorang pun sekarang ini yang berada di atas ajaranku. Orang-orang sudah binasa dan merubah-rubah (ajaran Al-Masih ‘Isa), dan telah meninggalkan banyak ajaran-ajaran sebelumnya, kecuali seorang laki-laki di Mushil, yaitu Fulan, beliau berada di atas apa yang aku berada padanya, oleh karena itu pergilah kepadanya”.
Kalau kawan-kawan dan umat usquf yang berada di negerinya itu tahu tentang pernyataan guru Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhuma tersebut, tentu mereka akan sulit menerima atau bisa jadi akan kecewa dengannya, karena beliau tidak mengakui kebenaran pada mereka, yang beliau akui kebenaran hanya ada pada seseorang yang ada di Mushil.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11498