PENTINGNYA MENANAMKAN KESADARAN SERTA KECINTAAN KEPADA ISLAM DAN SUNNAH

Pertanyaan:
Apa boleh bagi orang tua memaksa anaknya supaya mau mondok di pesantren Sunnah atau bersekolah di sekolah Sunnah?.

Jawaban:
Hendaklah bagi orang tua berupaya menanamkan kepada anaknya rasa sadar serta cinta kepada Islam dan Sunnah terlebih dahulu, karena seorang anak kalau sudah memiliki kesadaran serta kecintaan kepada Islam dan Sunnah maka dia akan merasa terpanggil dengan sendirinya untuk menuntut ilmu, paling dia hanya akan membutuhkan dari orang tuanya berupa dukungan, pemotivasian dan nasehat. Adapun kalau belum tertanam kesadaran dan kecintaan lalu dipaksakan untuk menuntut ilmu maka akan berakibat kekecewaan pada anak maupun orang tuanya. Sudah banyak kita dapati anak yang terpaksa untuk pergi menuntut ilmu dalam keadaan dia belum siap, dia pergi karena kemauan semata dari orang tua atau walinya. Dulu pernah ada seorang anak yang baru lulus sekolah dasar lalu di bawa masuk ke suatu pondok sekolah Sunnah di daerah Jonggol, dia pun membuat siasat mengaku kesurupan, hingga orang tuanya diminta untuk membawanya pulang dan nanti dibawa kembali lagi. Orang tuanya pun menceritakan kepada kita tentang anaknya yang sedang gangguan jin, kita coba meruqyah namun tidak terlihat ada gangguan jin dan di rumahnya terlihat sehat dan tanpa gangguan, orang tuanya menggembalikannya lagi ke pondok sekolahnya, dia pun membuat siasat lagi dengan menampakkan diri seolah-olah kesurupan lagi, pihak pondok sekolahnya meruqyahnya lagi, lalu salah seorang mengintrogasinya, dia pun jujur mengatakan bahwa dia tidak kesurupan, intinya dia tidak mau mondok di sekolah Sunnah tersebut. Pasti akan ada kekecewaan dari orang tua karena menyayangkan sudah terlanjur masuk sekolah dengan biaya masuk yang cukup mahal. Dan kasus seperti itu, baru-baru ini kita dapatkan pula berita di salah satu pesantren wanita yang masih di daerah Jonggol yang tidak terlalu jauh dari tempat kita, ada seorang anak perempuan menampakkan sikap keterpaksaan untuk mondok di pesantren tersebut, inginnya pergi dari pondok, hanya saja orang tuanya tidak merespon, keinginan orang tuanya untuk tetap bertahan, mungkin karena menyayangkan pengorbanan biaya yang tidak sedikit, Wallahu A’lam, pada akhirnya terjadi apa yang terjadi sebagaimana telah ramai beritanya.
Itu yang kita dapatkan di pesantren lain, di tempat kita juga kita dapati seperti itu, pernah terjadi saat seorang anak di antar oleh walinya untuk mondok di sini, sementara anak tersebut sudah terbiasa bekerja, bahkan merantau untuk bekerja, lalu diajak mondok oleh walinya ke pesantren kita, walinya mendanainya setiap bulan untuk kebutuhannya selama di pesantren, namun selama di sini tidak pernah merasa cukup, bahkan selalu hutang. Di pondok hanya bisa bertahan seusia jagung, hingga pergi dan memilih untuk kembali bekerja daripada mondok. Dan kita melihat keadaannya belum siap sama sekali untuk mondok di pondok Sunnah, dia sempat cerita bahwa dia mondok di pondok sebelumnya di Bekasi bisa lama dan betah, ternyata para pengasuh pondoknya menghalalkan rokok dan musik-musik, saat dibawa di pesantren sini merasa kaget dan keberatan karena tidak boleh merokok dan mendengarkan musik, anak seperti ini kalau dipaksakan maka tidak akan ada hasilnya bahkan akan mengecewakan. Maka dari itu, hendaklah ditanamkan kesadaran dan kecintaan terhadap Islam dan Sunnah terlebih dahulu, minimalnya diajak sering-sering menghadiri ceramah, khutbah dan kajian Sunnah.
Kita perlu mengambil pelajaran dari Ustadz kita Abul ‘Abbas Harmin Rahimahullah wa Radhiyallahu ‘Anhu, beliau sebelum mengajak anak-anak Limboro ke pesantren, beliau memotivasi mereka terlebih dahulu, yang senang bekerja beliau ajak bekerja di proyek kayu jati, sampai ada seseorang dari kerabatnya yang pernah bekerja di Jakarta dengan izin Allah beliau bisa ajak untuk ke pesantren, melalui pekerjaan di proyek kayu jati, beliau ajak terlebih dahulu kepada Islam dan Sunnah, sering menasehati dan menceramahinya, setelah nampak ada ketertarikan kepada Islam dan Sunnah, beliau pun ajak untuk bekerja di proyek kayu jati dengan maksud supaya bisa memperoleh biaya untuk ke pesantren.
Bekerja tidak lama, lalu berangkat ke pesantren dengan kemauan sendiri. Ini patut untuk dicontoh dan tugas kita sekarang ini adalah berupaya untuk menyadarkan dan menanamkan kecintaan kepada Islam dan Sunnah, setelah itu kita arahkan dan kita tunjukkan majelis atau pesantren Islam dan Sunnah, mudah-mudahan menjadi pembuka segala kebaikan, dengan harapan kita masuk ke dalam perkataan Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam:

الدال على الخيرِ كفاعلِه

“Orang yang menyeru kepada kebaikan itu seperti orang yang melakukan kebaikan.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1094
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/12715