PERPINDAHAN DARI DUNIA KE AKHIRAT
Selama di dunia ini, kita berpindah dari suatu negeri ke negeri lain atau dari suatu pemukiman ke pemukiman lain, kita masih bisa membawa apa yang kita miliki, walaupun kita di atas kesusahan atau kesulitan, Alhamdulillâh masih bisa kita bawa, meskipun yang kita bawa hanya sebagian atau hanya sedikit dari kebutuhan primer dan sedikit dari kebutuhan sekunder, Alhamdulillâh masih kita bawa. Adapun perpindahan kita ke negeri Akhirat maka pasti kita akan tinggalkan semua yang kita miliki, hanyalah yang kita bawa adalah amalan kita. Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Tiga perkara yang mengikuti mayit, dua akan kembali dan satu akan tetap bersamanya. Keluarga, harta dan amalnya akan mengikutinya, lalu keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap bersamanya.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim.
[ Muhammad Al-Khidhir Al-Andûnîsî ].