SEKOLAH PESANTREN YANG MEWAH
Pertanyaan:
Pak Ustâdz, bukankah belajar di Dârul Hadîts Yaman, UIM Saudi Arabia dan LIPIA Indonesia tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi kenapa alumni-alumni sekolah tinggi itu kalau buka sekolah sangat-sangat termahal sampai saudara-saudari mereka orang-orang Sunnî harus sekolahkan anak-anak di sekolah non Sunnî?
Jawaban:
Setahu kami -Wallâhu A’lam- sebagian dari para Alumni itu mengikuti yang lainnya yang sudah memiliki sekolah sehingga mau tidak mau harus ikut aturan dan keputusan yang ada. Dan sebagian yang lain, kita pernah dapati hanya dimanfaatkan oleh orang yang berkepentingan, karena yang berkepentingan memiliki lahan
atau memiliki bangunan maka dimanfaatkanlah dengan dibuat peraturan dan ketentuan berdasarkan rapat bersama. Biasa sebelum dirapatkan sudah ada ide dan keinginan dari yang berkepentingan, nanti peraturannya demikian, bayarnya sekian dan sekian. Uang pangkal, uang bangunan, uang bulanan dan uang-uang lainnya. Terkadang seorang alumni memiliki rasa berat karena dia menyadari dirinya selama menuntut ilmu tidak seperti itu biaya yang harus dikeluarkan, namun apa daya merasa belum bisa mandiri. Oleh karena itu betapa bahagia bagi para alumni yang bisa bersabar untuk mandiri tanpa memiliki keterikatan dengan siapa pun dan lembaga manapun, mereka berdakwah sebatas yang mereka mampui dengan tanpa memberat-beratkan diri, karena ini yang Allâh Subhânahu wa Ta’âla inginkan:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَا ۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا
“Allâh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allâh kepadanya. Allâh kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” [Surat Ath-Thalâq: 7].
[ Muhammad Al-Khidhir ].