SEMOGA ALLÂH MERAHMATI AYAH KAMI
بِاسْمِ اللّٰهِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَن لَا نَبِيٍّ بَعْدَهُ، وَبَعدُ
إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ، وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يَرْضَى رَبُّنَا، إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Sesungguhnya mata meneteskan air dan hati bersedih, kita tidak akan berucap kecuali dengan ucapan yang diridhai oleh Rabb kita. Bahwasanya kita adalah milik Allâh, dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya.
Telah wafat ayah kami, Abû Harmîn Salîm bin Syahdiah bin La Wionde Al-Limbôrî Al-Butônî pada malam Jum’at, tanggal 25 Rabî’uts Tsânî 1442 / 11 Desember 2020 di Limboro Huamual Maluku.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، اللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي المُحْسِنِيْنَ، وَاجْعَلْ كِتَابَه فِي عِلِّيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الغَابِرِيْنَ، وَلاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
“Yâ Allâh berilah ampunan kepada beliau, rahmatilah beliau, maafkanlah beliau dan berikanlah ampun kepada beliau. Yâ Allâh, tuliskanlah beliau di sisi-Mu termasuk dari orang-orang yang baik, jadikanlah catatan beliau di ‘Illiyyîn (Surga tertinggi), berikanlah ganti kepada keluarganya yang ditinggalkan, janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”
Sesungguhnya beliau sangat senang untuk ikut bersama kami di Bekasi ini, supaya beliau shalat berjamâ’ah bersama kami di masjid dan supaya beliau lebih terfokus beribadah, namun karena beliau menunggu waktu pemberangkatan haji beliau, yang seharusnya beliau berangkat haji pada tahun 1441 Hijriyyah yang bertepatan dengan tahun 2020, namun karena fitnah corona, waktu untuk berangkat hajipun ditunda. Harapan beliau setelah haji, beliau akan ikut di Bekasi ini, akan tetapi Qadarullâh Wamâ Syâ’a Fa’al beliau telah Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ wafatkan:
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللّٰهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Sesungguhnya kami adalah milik Allâh, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Yâ Allâh, berilah pahala atas mushîbahku dan berilah ganti kepadaku dengan yang lebih baik darinya.”
Kami sebagai keluarga beliau ingin menyampaikan kepada para jamâ’ah shalat Shubuh supaya mendoakan ampunan dan rahmat untuk beliau, sebagaimana dahulu Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam meminta kepada para Shahabat untuk mendoakan Raja Ashhamah An-Najâsyî Radhiyallâhu ‘Anhum:
اسْتَغْفِرُوا لأَخِيكُمْ
“Mohonkanlah ampunan oleh kalian untuk saudara kalian.” Riwayat Al-Bukhârî.
Ini yang bisa kami sampaikan.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبَحَمْدكَ أشْهدُ أنْ لا إلهَ إلا أنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Disampaikan oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh di Masjid Al-Kautsar Kp. Tenggilis Mustikajaya Bekasi.