SENANTIASA BERMAJLIS ILMU

Alhamdulillâh pelajaran tetap berjalan, walaupun yang hadir hanya kita berdua, yang penting kita mau bersabar, jangan kita merasa bosan atau kita merasa malas karena hanya berdua, banyaknya orang yang hadir bukanlah jaminan bahwa mereka semua memahami, namun kebanyakan mereka hanyalah meramaikan, kami sudah banyak memperhatikan hal ini, dahulu di Yaman sekitar 20 orang yang menghadiri majlis seorang guru kami ketika mengajarkan Syarhu Al-Ãjrûmiyyah, yang bisa mengajarkan kembali pelajaran yang dipelajari tersebut hanya 2 orang, yang lainnya di mana? Ketika ada lagi guru kami yang lain membuka pelajaran baru dengan membaca kitâb yang sama, mereka yang selain 2 orang tersebut ikut lagi, kebanyakan mereka hanya ikut meramaikan.
Jangan kita kemudian merasa bosan atau merasa malas mengikuti pelajaran, walaupun hanya kita berdua Insyâ Allâh pelajaran akan tetap berjalan, jika kita bersabar Insyâ Allâh kita akan bisa, dahulu guru kami Asy-Syaikh Abû ‘Abdirrazzâq Riyâdh Ar-Radfânî Al-Yamanî -semoga Allâh merahmati kita dan merahmati beliau- ketika mengajari kami kitab Nahwu sering beliau ikutkan dengan nasehat, di antaranya beliau menasehatkan untuk selalu membaca doa:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﺳَﻬْﻞَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺟَﻌَﻠْﺘَﻪُ ﺳَﻬْﻼً

“Yâ Allâh, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau telah menjadikannya mudah”.

Jika kita bersabar maka kita akan peroleh apa yang kita harapkan Biiznillâh, dahulu Al-‘Allâmah Abdurrahmân bin Nâshir As-Sa’dî Rahimahullâh ketika mengajarkan kitab Syarhu Al-Qawâ’id Al-Fiqhiyyah, yang bersabar hadir hingga menyelesaikan kitab tersebut hanya Ibnul Utsaimîn, sampai dikatakan:

ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊِ ﺍﻟﻄُّﻼَّﺏُ ﺇِﻛْﻤَﺎﻟَﻬَﺎ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺒْﻖَ ﺇِﻻَّ ﺍﺑْﻦُ الْعُثَيْمِيْنَ

“Tidak mampu para penuntut ilmu menyelesaikan pelajaran-pelajaran kitâb Syarh Al-Qawâ’id Al-Fiqhiyyah, tidak ada yang bertahan kecuali Muhammad Ibnul Utsaimîn”.

Dan Ibnul Utsaimîn ini kemudian kita ketahui sebagai ‘âlim dari ‘ulamâ besar, beliau adalah Asy-Syaikh Al-‘Allâmah Muhammad bin Shâlih Utsaimîn -semoga Allâh merahmati kita dan merahmati beliau-.

Jangan kita merasa malu atau bosan serta malas karena kita hanya berdua atau hanya beberapa orang saja, dahulu majelisnya para imâm salaf yang hadiri hanya beberapa orang juga, padahal mereka imâm, berkata Al-Imâm Al-Auzâ’î Rahimahullâh:

ﻣَﺎﺕَ ﻋَﻄَﺎﺀُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﺭَﺑَﺎﺡٍ ﻳَﻮْﻡَ ﻣَﺎﺕَ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﺭْﺿَﻰ ﺃَﻫَﻞِ ﺍﻷََﺭْﺽِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﻣَﺠْﻠِﺴَﻪُ ﺇِﻻَّ ﺗِﺴْﻌَﺔٌ ﺃَﻭْ ﺛَﻤَﺎنِيَةٌ

“‘Meninggal dunia Athâ’ bin Abî Rabâh pada hari beliau meninggal dunia sedangkan beliau adalah orang yang paling disenangi penduduk bumi di sisi manusia, dan dahulu tidaklah ada yang menghadiri majlis beliau kecuali 9 atau 8 orang”.

Jangankan beliau, para Nabî saja ketika membuka majlis tidak ada yang menghadiri majelis mereka kecuali hanya sedikit orang yang hadiri dan yang mengikuti, berkata Rasûlullâh Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

عُرِضْتُ عَلَيَّ الأُمَمُ فَجُعِلَ يَمُرُّ النَّبِيُّ مَعَهُ الرَّجُلُ وَالنَّبِيُّ مَعَهُ الرَّجُلاَنِ، وَالنَّبِيُّ مَعَهُ الرٌّهْطُ، وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

“Diperlihatkan kepadaku berbagai umat, lalu dijadikanlah seorang nabi berlalu bersamanya seseorang, seorang Nabî lagi bersamanya 2 orang, seorang Nabî lagi bersamanya 3 orang dan seorang nabi lagi tidak ada bersamanya seorang pun”.

Alhamdulillâh yang hadir di Majlis ini adalah kita, seorang, 2 orang, 3 orang, Alhamdulillâh.

Nasehat Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Ahad setelah ‘Isyâ’ tanggal 18 Muharram 1439 di Lantana Kemang Pratama Bekasi.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1087